AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat 28 perusahaan yang berada dalam antrean untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Antusiasme ini memperkuat tren positif pasar modal Indonesia, dengan 36 perusahaan telah melantai di BEI sepanjang tahun 2024. Hingga saat ini, nilai dana yang telah dihimpun dari IPO tersebut mencapai Rp5,42 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan rincian klasifikasi aset dari perusahaan-perusahaan yang berada dalam pipeline IPO.
Terdapat dua perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar, sepuluh perusahaan dengan aset menengah antara Rp50 hingga Rp250 miliar, dan 16 perusahaan dengan aset besar di atas Rp250 miliar. Klasifikasi ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017 yang mengatur besaran modal perusahaan untuk IPO.
Baca Juga: Bikin Dana IPO Nganggur, Bukalapak (BUKA) Disemprot OJK
Perusahaan yang berada dalam antrean IPO tersebut mencakup berbagai sektor industri, mulai dari 3 perusahaan di sektor barang baku, dua dari barang konsumen non-primer, serta 5 dari barang konsumen primer. Di sektor energi, ada 5 perusahaan yang juga bersiap melantai.
Perusahaan yang berada dalam antrean IPO tersebut mencakup berbagai sektor industri, mulai dari 3 perusahaan di sektor barang baku, dua dari barang konsumen non-primer, serta 5 dari barang konsumen primer. Di sektor energi, ada 5 perusahaan yang juga bersiap melantai.
"Ada tiga perusahaan di sektor keuangan, tiga dari sektor kesehatan, dua di sektor industri, dan satu perusahaan masing-masing dari sektor infrastruktur, transportasi & logistik, dan teknologi," ucap Nyoman dikutip Sabtu (26/10/2024).
Selain IPO, BEI mencatat adanya peningkatan emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Hingga 25 Oktober 2024, telah diterbitkan sebanyak 118 emisi dari 65 penerbit EBUS, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp109,6 triliun. Selain itu, masih ada 19 emisi dari 14 penerbit EBUS yang berada dalam antrean.
Dalam klasifikasi sektor penerbitan EBUS, tiga perusahaan berasal dari sektor barang baku, satu dari barang konsumen non-primer, dua dari sektor energi, dan empat dari sektor keuangan. Sementara itu, sektor kesehatan, industri, properti, serta transportasi dan logistik masing-masing diwakili oleh satu hingga dua perusahaan.
Per 25 Oktober 2024, BEI juga mencatat adanya aktivitas rights issue yang dilakukan 15 perusahaan tercatat, dengan nilai mencapai Rp34,42 triliun. Masih ada sembilan perusahaan yang saat ini berada dalam antrean untuk melakukan rights issue.
BEI terus optimis terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia yang semakin dinamis dengan minat tinggi dari perusahaan untuk melantai di bursa.
Selain IPO, BEI mencatat adanya peningkatan emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Hingga 25 Oktober 2024, telah diterbitkan sebanyak 118 emisi dari 65 penerbit EBUS, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp109,6 triliun. Selain itu, masih ada 19 emisi dari 14 penerbit EBUS yang berada dalam antrean.
Dalam klasifikasi sektor penerbitan EBUS, tiga perusahaan berasal dari sektor barang baku, satu dari barang konsumen non-primer, dua dari sektor energi, dan empat dari sektor keuangan. Sementara itu, sektor kesehatan, industri, properti, serta transportasi dan logistik masing-masing diwakili oleh satu hingga dua perusahaan.
Per 25 Oktober 2024, BEI juga mencatat adanya aktivitas rights issue yang dilakukan 15 perusahaan tercatat, dengan nilai mencapai Rp34,42 triliun. Masih ada sembilan perusahaan yang saat ini berada dalam antrean untuk melakukan rights issue.
BEI terus optimis terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia yang semakin dinamis dengan minat tinggi dari perusahaan untuk melantai di bursa.
Langkah BEI untuk memperluas jenis emisi efek ini diharapkan dapat meningkatkan akses investor terhadap instrumen investasi baru, serta memberikan dukungan terhadap stabilitas dan perkembangan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









