Amvesindo: Aset Perusahaan Modal Ventura Capai Rp27,35 T Di Semester I-2023

AKURAT.CO Asosiasi Modal Ventura untuk Start-up Indonesia (Amvesindo) melaporkan kinerja industri modal ventura pada semester I-2023 yang terdapat peningkatan aset secara konsisten.
Ketua Amvesindo, Eddi Danusaputro mengatakan, peningkatan aset tersebut mencapai total Rp27,35 triliun hingga Juni 2023 dari gabungan aset Perusahaan Modal Ventura (PMV) konvensional dan PMV syariah, yang meningkat dari Rp25,94 triliun pada Desember 2022.
Kenaikan ini cukup memberi tanda positif dan menunjukkan kepercayaan terhadap startup di Indonesia, terdapat jumlah PMV yang konsisten dari tahun 2022 sebanyak 55 lembaga.
Menurut Eddi, industri modal ventura bergerak semakin baik, salah satu indikasinya adalah pertumbuhan aset industri modal ventura sepanjang pertengahan pertama tahun 2023.
“Namun, masih tetap dibutuhkan kolaborasi bersifat pentahelix dari berbagai pihak terkait, termasuk pihak pemerintah dan PMV, untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik atau eksponensial,” kata Eddi dikutip Selasa (22/8/2023).
Selain itu, Amvesindo juga memiliki 5 usulan untuk menciptakan kontribusi industri modal ventura yang lebih baik kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pertama, Pemisahan PMV dari perusahaan pembiayaan, agar PMV dapat memperbaiki dan meningkatkan peran untuk kontribusi yang lebih. Kedua, pemisahan antara PMV yang berfokus pada pembiayaan dan PMV yang berfokus pada penyertaan saham, serta perturan yang berbeda pada keduanya.
“Usulan pemisahan ini, didorong oleh adanya penyamaan pertauran antara peraturan pembiayaan dan modal ventura berbasis penyertaan saham, sementara keduanya memiliki bisnis model yang jauh berbeda, sehingga memberikan dampak berupa penurunan jumlah PMV yang terus menerus,” ucap Eddi.
Ketiga, Perlunya insentif kepada investor termasuk penguatan regulasi mengenai Kontrak Investasi Bersama (KIB), serta proses perizinan yang lebih efisien kedepan selain edukasi bersama antara Asosiasi dan Stakeholder terkait lainnya agar Dana Ventura (DV) diminati oleh lebih banyak investor lokal.
Keempat, PMV terutama Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) harus didorong untuk melakukan kegiatan usaha yang berbasiskan Equity Participation (EP atau Pernyertaan Saham), sehingga persentase produk pembiayaan EP akan bertambah dan masif dilakukan oleh seluruh PMVD.
Kelima atau terakhir, Dukungan untuk kolaborasi pihak terkait untuk memperkuat industri modal ventura melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi.
Sebagai tambahan, untuk meningkatkan kompetensi industri, Amvesindo Institute didirikan dalam entitas PT Lembaga Karya Amvesindo (LKA) pada semester I-2023.
“Amvesindo Institute juga berperan sebagai usaha berorientasi pendapatan dan laba agar sebagai asosiasi, Amvesindo dapat beroperasi dengan lebih baik,” ungkap Eddi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





