Akurat Logo

Sri Mulyani Klaim Penggunaan Local Currency Settlement Rangsang Pemulihan Ekonomi

Deddy Siregar | 16 Februari 2022, 14:25 WIB
Sri Mulyani Klaim Penggunaan Local Currency Settlement Rangsang Pemulihan Ekonomi

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani berpendapat bahwa penggunaan mata uang lokal antar negara atau Local Currency Settlement (LCS) penting untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Dengan menggunakan LCS akan menciptakan jaringan pengaman keuangan atau transaksi keuangan antar negara. Untuk mengurangi risiko kerentanan, akibat getaran ekonomi global yang menyebabkan ketidakstabilan dalam keuangan.

" LCS antar negara relevan dalam agenda G20 di jalur keuangan yang merupakan exit strategy untuk mendukung pemulihan, diharapkan stabilitas makro akan semakin kuat dan berkelanjutan, tidak hanya masing-masing negara tetapi secara global," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Acara Webinar pertemuan G20, live Youtube Bank Indonesia, Rabu (16/2/22).

Ia menyampaikan menggunakan LCS pada masing-masing negara tidak perlu lagi untuk bergantungan dengan dollar Amerika Serikat. Ini akan memudahkan dunia usaha yang ingin melakukan aktivitas ekspor dan impor, sehingga tidak perlu untuk menukar uangnya ke dollar AS.

" Tujuan LCS untuk mengurangi hubungan dalam satu mata uang tunggal terutama dolar AS. Hal ini diharapkan semakin stabilnya hubungan perdagangan dan investasi antar negara termasuk Indonesia dengan negara ASEAN," jelasnya.

Lanjutnya, untuk biaya transaksi akan lebih rendah karena pedagang nantinya tidak perlu untuk mengganti mata uang ke dollar AS.

"Biaya transaksi yang lebih rendah karena tidak perlu atau dalam hal ini pedagang tidak perlu mengubah mata uang menjadi dolar AS," terang Sri Mulyani.

Kesepakatan Indonesia antar negara sudah lebih dulu sudah terjalin yaitu dengan Jepang, Thailand, dam Malaysia. Para pengusaha cukup banyak yang menanfaatkan hal tersebut. terlebih sekarang adalah dengan negara China.

Tambah Sri Mulyani, LCS adalah kerja sama Indonesia dengan sejumlah bank sentral negara lain, yang bertujuan untuk menggunakan mata uang lokal setiap kali berlangsung transaksi perdagangan bilateral dan investasi.

Sekadar informasi, penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam perdagangan bilateral khususnya kawasan ASEAN sedang digencarkan Bank Indonesia (BI). Langkah ini salah satunya untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Hal inilah yang mendorong Bank Indonesia untuk kerjasama LCS dengan negara-negara lain.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.