Akurat

HIPPI Ingin Jokowi Pertahankan Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti dalam Kabinet

| 12 September 2019, 20:19 WIB
HIPPI Ingin Jokowi Pertahankan Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti dalam Kabinet

AKURAT.CO Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ingin Presiden Joko Widodo mempertahankan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Sudi Pudjiastuti, masuk dalam kabinet menterinya di jilid kedua nanti.

Ketua Umum DPP HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menilai keduanya memiliki sepak terjang yang bagus pada periode pertama Jokowi.

"Kita lihat (Sri Mulyani) kompetensinya bagus, pengalaman internasional, jaringannya dan dia wakil presiden Bank Dunia loh. Dia juga kan sering dapat penghargaan," ujarnya, pada FGD yang diadakan HIPPI, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Selain itu dirinya juga salut terhadap kebijakan Menteri Susi selama lima tahun ini. Namun ia mengatakan Susi masih harus mempunyai PR terkait sosialisasi kebijakan yang dirasa masih kurang.

"Susi sangat fenomenal, kebijakan yang beliau ambil bagus tapi tanpa tersosialisasi dengan baik, memang yang jadi korban nelayan kita, kedepannya ini semoga bisa diperbaiki," ucapnya.

Selain itu Sarman juga sudah menyebut nama-nama pengusaha  yang sekiranya cocok menjadi menteri di kabinet kedua Jokowi yakni Ketua Umum BPP HIPMI, Bahlil Lahadalia, kemudian Muhammad Lutfi mantan Kepala BKPM, selanjutnya Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Kadin Rosan Roeslani dan ia juga merekomendasikan Ketum DPP HIPPI, Suryani Motik.

Sebelumnya Presiden Jokowi memberikan bocoran jika perombakan kabinet dilakukan tidak harus menunggu dilantiknya kembali Jokowi sebagai Presiden di Periode Kedua pada Oktober 2019. Jokowi juga menyampaikan, akan ada perombakan nomenklatur Kementerian. Meski demikian kursi kabinet diperkirakan tetap sama seperti saat ini, yakni 34 kementerian.

Salah satu perubahan adalah Jokowi akan membentuk kementerian yang fokus menangani investasi. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.