Akurat

7 Kerugian yang Harus Diketahui Sebelum Bekerja Remote, Banyak Distraksi Hingga Kesepian

| 10 Juli 2019, 11:55 WIB
7 Kerugian yang Harus Diketahui Sebelum Bekerja Remote, Banyak Distraksi Hingga Kesepian

AKURAT.CO, Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan internet, saat ini banyak orang yang memilih untuk bekerja dari rumah. Bekerja secara remote (jarak jauh) ini dapat mengefektifkan waktu sehingga dapat mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah lainnya.

Namun bukannya tanpa kekurangan, bekerja secara remote juga memiliki berbagai permasalahan. AKURAT.CO mengumpulkan berbagai permasalahan yang timbul ketika memilih untuk bekerja secara remote.

1. Tidak ada rutinitas

Pexels

Bekerja remote berarti bekerja dengan aturan sendiri, bahkan bisa dibilang bekerja jarak jauh adalah juga sebagai wirausaha. Aturan pun dibuat sendiri dan dipatuhi sendiri. Dengan kata lain harus mampu mendisiplinkan diri sendiri. Bagi orang-orang yang setia dengan rutinitas kantoran akan sangat susah untuk menjalani bekerja model remote jika tidak memiliki motivasi yang kuat untuk mematuhi aturan yang telah dibuat sendiri.

2. Banyak distraksi

Pexels

Kebanyakan orang yang bekerja remote (freelancer) memilih untuk bekerja dari rumah. Karena rumah adalah tempat ternyaman, maka ada banyak hal yang bisa terus menggodamu, seperti sofa, kasur, video game, dan lainnya. Belum lagi jika ada pekerjan rumah yang harus diselesaikan. Berbagai godaan tersebut dapat mengganggu pola kerjamu. Bahkan bisa membuatmu jadi hilang fokus dan membangun fokus dari awal lagi.

3. Gangguan internet

Pexels

Bidang yang ditawarkan untuk bekerja remote memang sangat bervariasi. Dari keseluruhan bidang tersebut, teknologi menjadi kebutuhan utama, terutama internet. Tanpa internet, pekerjaan bisa jadi sangat terhambat. Memastikan segala teknologi pendukung dan internet berjalan lancar sangat perlu dilakukan sebelum memilih untuk bekerja remote.

4. Miskomunikasi

Pexels

Pertemuan dengan kolega dan rekan kerja juga menjadi sangat terbatas. Bahkan meski bisa melakukan video conference, komunikasi tetap saja sulit dilakukan. Dampaknya, miskomunikasi dapat terjadi kapan saja. Jika terus-terusan terjadi, maka pekerjaan pun bisa saja terganggu. Akibatnya pekerjaan tidak selesai tepat waktu bahkan kualitasnya pun bisa saja menurun.

5. Cenderung overwork

Pexels

Bekerja dari rumah berarti menjadikan rumah juga sebagai kantor. Dengan begitu, pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor pun sering kali menjadi kabur. Akibatnya, batas waktu istirahat dan waktu bekerja menjadi semakin menipis. Jika di kantor ada rekan-rekan kantor yang mengajak untuk beristirahat sejenak, maka di rumah waktu tersebut perlu diatur secara mandiri. Bahkan karena batas yang semakin kabur, berakibat pada para pekerja lebih sering overwork atau lembur.

6. Dianggap pengangguran

Pexels

Jam kerja konvensional yang mengharuskan masuk di pagi hari dan pulang di sore hari masih menjadi tolok ukur untuk disebut "bekerja". Ketika kamu memutuskan untuk bekerja dari rumah, orang-orang terdekatmu tentu akan bertanya-tanya. Bahkan bisa saja menganggapmu tidak punya pekerjaan atau menganggur. Beberapa orang bahkan bisa saja menyepelekan pekerjaanmu. Jika kamu menanggapi hal-hal tersebut, bisa saja pekerjaanmu terganggu.

7. Merasa kesepian

Pexels

Bekerja dari rumah berarti bekerja ditemani oleh sepi. Jika di kantor banyak orang lalu lalang, obrolan di sana-sini, bahkan gosip yang semakin seru, hal tersebut tidak ada di rumah. Akibatnya, sering kali orang yang bekerja remote merasa kesepian bahkan terisolasi.

Walaupun tentu saja, bekerja remote memiliki banyak sekali keuntungan yang tidak hanya membuatmu semakin kaya raya tetapi juga menghindarkan diri dari kemacetan yang berarti mengurangi tingkat stres.  []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.