Akurat Logo

Bahlil: Investasi Asing Masuk ke IKN Mulai November-Desember 2024

Silvia Nur Fajri | 29 Juli 2024, 17:34 WIB
Bahlil: Investasi Asing Masuk ke IKN Mulai November-Desember 2024

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan soal alasan investasi asing belum masuk ke proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menurut Bahlil, investasi asing baru akan mulai dieksekusi setelah tahap awal konstruksi selesai. "Konstruksi saya pikir di atas bulan Oktober," kata Bahlil di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Senin (29/7/2024).

"Karena kan sekarang infrastruktur dasarnya yang kita bangun dulu. Kemarin Pak Basuki menyampaikan bahwa infrastruktur dasarnya ini rata-rata akan selesai di bulan September, Oktober, November. Kalau September, Oktober, November berarti start mereka mungkin bulan November, Desember gitu loh," lanjut Bahlil.

Baca Juga: Penataan IKN, Jokowi Tak Mau Masyarakat Setempat Merasa Tergusur

Kemudian, Bahlil menjelaskan bahwa proyek IKN terbagi dalam dua kluster, di mana kluster pertama difokuskan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan kluster kedua akan melibatkan investasi asing. Menurutnya, investasi asing baru akan disasar di pembangunan kluster kedua.

"Untuk kluster pertama kita fokuskan ke PMDN. Kluster kedua baru masuk asing (PMA). Nah, asing itu sudah ada yang mendaftar," sambungnya.

Walaupun sudah ada perusahaan asing yang mendaftar, Bahlil menegaskan bahwa konstruksi untuk investasi asing belum dilaksanakan. "Artinya belum ada konstruksi yang dibangun di sana," tambahnya.

Bahlil juga memastikan terdapat sejumlah perusahaan asing yang mengantre untuk berinvestasi di IKN. Namun, dia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal negara para calon investor tersebut. Saya tak sebut negara, yang jelas Eropa ada, Kawasan Asia ada, ASEAN ada," tegasnya.

Sebelumnya, Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) dikabarkan hingga saat ini belum terealisasi. Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono. Menurutnya, pemerintah masih dalam tahap negosiasi dengan beberapa badan usaha untuk mencapai kesepakatan investasi.

Basuki menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya realisasi investasi adalah tinggi yang diminta untuk Internal Rate of Return (IRR), yang masih berada di atas 12%. 

"Saat ini, hanya ada beberapa surat yang menunjukkan ketertarikan. Kami masih dalam pembahasan dengan Pak Agung (Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN) untuk detail lebih lanjut. Biasanya, IRR di atas 12 persen tetap menarik baik bagi investor asing maupun nasional," ungkapnya.

Di sisi lain, sejumlah investor asing telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di IKN, khususnya dalam sektor hunian. Tiga calon investor asing yang sering disebut adalah Citic Construction dari China, serta dua perusahaan properti dari Malaysia, yakni Maxim dan IJM.

Citic Construction, yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama PT Risjadson Brunsfield Nusantara, berencana membangun 60 tower rumah susun (rusun) untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Konsorsium Nusantara siap melakukan investasi sebesar Rp30,8 triliun untuk proyek tersebut.

IJM Cooporation Berhad, perusahaan properti asal Malaysia, juga berencana membangun 20 tower hunian untuk aparatur sipil negara (ASN) di IKN, sementara Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.