Rumah Cahaya Tak Hanya Sasar Veteran, Keluarga Petugas Bela Negara Juga Dibidik

AKURAT.CO Program Rumah Cahaya tidak hanya diperuntukkan bagi veteran, mantan atlet, dan keluarga pahlawan.
Pemerintah juga mulai mendorong agar keluarga petugas yang gugur saat menjalankan tugas turut mendapat perhatian dalam penyediaan hunian layak.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, masih banyak kelompok yang telah berjasa kepada negara tetapi membutuhkan dukungan setelah menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Kementerian PKP Siapkan 300 Unit Rumah Cahaya Untuk Para Pahlawan
Menurutnya, perhatian tersebut perlu diperluas dalam ekosistem penyediaan perumahan.
"Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara," kata Hashim saat menghadiri penyerahan Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin Malam (31/8/2026).
Hashim menilai kelompok yang perlu mendapat perhatian bukan hanya mereka yang secara formal berstatus veteran atau mantan atlet.
"Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla, termasuk keluarganya. Kita harus terus hadir untuk mereka," ujar Hashim.
Rumah Cahaya merupakan program penyediaan hunian layak hasil kolaborasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas (PHSI).
Program tersebut menyasar mereka yang dinilai telah memberikan kontribusi dan jasa bagi bangsa dan negara. Selain menyediakan rumah, penerima juga mendapatkan Sertipikat Hak Milik.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, gagasan program tersebut berangkat dari pembahasan dengan Yayasan PHSI mengenai bentuk penghargaan yang dapat diberikan kepada orang-orang yang telah berjasa bagi negara.
Menurut Nixon, rumah dipilih sebagai salah satu bentuk penghargaan karena memberikan manfaat langsung bagi penerimanya.
"Yang kami berikan tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu berikan bagi negara. Hari ini bukan hanya kami serahkan kunci rumah, tetapi juga Sertipikat Hak Milik," katanya.
Pada tahap awal, sebanyak 30 unit Rumah Cahaya telah dibangun di Serang, Banten. Program tersebut selanjutnya disiapkan untuk berkembang. Sebanyak 42 unit tambahan telah disiapkan dengan rencana pengembangan hingga 300 unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, penyediaan hunian sekaligus penghargaan bagi kelompok yang telah berjasa kepada negara membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
"Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," ujar Ara.
Ara juga mengapresiasi BTN dan Yayasan PHSI yang menjalankan program tersebut.
"Terima kasih kepada BTN dan Yayasan PHSI yang sudah menghadirkan Rumah Cahaya ini," katanya.
Maruarar mengatakan penyediaan hunian bagi para penerima Rumah Cahaya bukan sekadar persoalan tempat tinggal.
Program tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian penerima dan keluarganya.
Menurutnya, pembangunan sektor perumahan dapat melibatkan pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha dan elemen masyarakat.
Ketua Yayasan PHSI, Sofia Koswara mengatakan, rumah mempunyai peran penting bagi keluarga. Karena itu, Rumah Cahaya diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi simbol penghargaan.
"Rumah memiliki arti penting bagi sebuah keluarga karena menjadi tempat untuk bertumbuh, beristirahat, dan menjalani kehidupan bersama," kata Sofia.
Program Rumah Cahaya saat ini telah memasuki tahap pengembangan setelah pembangunan 30 unit awal di Serang.
Sebanyak 42 unit tambahan telah disiapkan. Program tersebut ditargetkan terus berkembang hingga mencapai 300 unit.
Dengan perluasan sasaran tersebut, perhatian terhadap penyediaan hunian bagi kelompok yang berjasa kepada negara tidak hanya diarahkan kepada veteran atau mantan atlet, tetapi juga berpotensi mencakup keluarga petugas yang meninggal ketika menjalankan tugas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







