Kementerian PU Gandeng BRIN Cari Teknologi Ubah Air Laut Jadi Tawar

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu upaya adalah dengan membuka peluang pemanfaatan teknologi dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan bahwa Kementerian PU telah mencari kemungkinan teknologi yang dapat membantu mengubah air laut menjadi air tawar sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat Pulau Palue.
Baca Juga: Gempa NTT, Kementerian PU Tangani 94 Titik Jalan dan Jembatan
“Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tau mereka punya teknologi apapun untuk mengkonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (24/8/2026),
Dody menambahkan, tantangan penyediaan air bersih di Pulau Palue membutuhkan penanganan khusus. Kondisi geografis pulau yang relatif kecil serta keberadaan gunung berapi aktif membuat pencarian sumber air bersih menjadi tidak mudah.
“Saya sudah perkirakan, ini kan pulau tidak terlalu besar, kemudian saya juga terinfokan ada gunung berapi yang lumayan masih aktif, jadi saya sudah bayangkan bahwa itu akan susah mencari sumber air bersih. Tapi kita akan terus upayakan,” ujarnya.
Kerusakan infrastruktur air bersih menjadi salah satu tantangan yang besar pada pascagempa di Kabupaten Sikka. Dari total 495 prasarana air bersih yang terdampak, sebanyak 481 unit mengalami kerusakan berat.
Kerusakan di Kecamatan Palue, terutama pada Bak Penampung Air Hujan (BPAH) milik masyarakat. Sementara itu, infrastruktur air bersih milik Perumda di wilayah daratan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang telah dilakukan perbaikan
Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian PU dan Pemkab. Sikka dampak kerusakan terbesar akibat gempa bumi terjadi pada sektor pelayanan dasar.
Tidak hanya air bersih, kerusakan juga terjadi pada 371 prasarana sanitasi. Sebanyak 302 unit di antaranya mengalami kerusakan berat, terutama fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) milik warga di Kecamatan Palue.
Menurut Dody, percepatan pemulihan infrastruktur dasar tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Baca Juga: Kementerian PU Catat Progres Infrastruktur 2026 Capai 54,84 Persen
“Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita hanya membantu mewujudkan apa-apa yang beliau inginkan, sehingga warga yang terdampak bencana itu bisa secepatnya tersenyum,” tuturnya.
Melalui percepatan perbaikan infrastruktur sumber daya air dan sanitasi serta penjajakan teknologi konversi air laut menjadi air tawar, Kementerian PU berharap kebutuhan dasar masyarakat Pulau Palue dapat segera dipulihkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









