Antisipasi Banjir di Pasuruan, Kementerian PU Tinggikan Jembatan Bokwedi

AKURAT.CO Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau pembangunan Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan, guna memastikan kesiapan pekerjaan penggantian jembatan nasional tersebut untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mendukung konektivitas kawasan.
Dody mengatakan pembangunan Jembatan Bokwedi dilakukan dengan menaikkan elevasi jembatan guna mengantisipasi meluapnya air sungai saat terjadi hujan deras di wilayah hulu.
Menurutnya, kondisi sungai yang mulai menyempit dan mendangkal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan air meluber hingga ke badan jalan.
Baca Juga: Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat, Kementerian PU Tuntaskan Jembatan Bailey di Brebes
“Jembatan ini harus kita tinggikan karena sungai-sungai di hulu sudah mulai menyempit dan mendangkal. Sehingga manakala hujan deras di hulu, yang terbawa air adalah kayu. Kalau jembatan dan rel kereta api tidak ditinggikan, takutnya air akan semakin meluber ke sini. Kita berusaha menghindari itu dengan cara jembatan kita tinggikan sehingga air tetap mengalir ke hilir,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Pekerjaan penggantian Jembatan Bokwedi dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui kontrak tahun jamak 2025–2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp11,6 miliar.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan pondasi borepile, abutmen jembatan, pemasangan struktur baja sepanjang 30 meter, plat lantai jembatan, perkerasan aspal, serta trotoar jembatan. Jembatan baru tersebut dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Kota Pasuruan.
Selain mendukung konektivitas wilayah, pembangunan Jembatan Bokwedi juga diharapkan dapat mendukung distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, dan pariwisata di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Dody menyampaikan,pelaksanaan konstruksi ditargetkan selesai pada September hingga Oktober 2026 sehingga jembatan dapat difungsionalkan sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Ini penanganannya sebenarnya cepat, hanya sekitar 4-5 bulan perkiraan. Insyaallah Nataru 2026 sudah bisa dilewati, dan sudah fungsional,” tuturnya.
Baca Juga: Menteri Dody: Progres Sekolah Rakyat Aceh 54,64%, Siap Selesai Tepat Waktu
Dody menambahkan penanganan dilakukan tidak hanya pada struktur jembatan, tetapi juga melalui koordinasi dengan berbagai pihak termasuk PT KAI agar elevasi jalur rel kereta api di sekitar lokasi dapat disesuaikan sehingga tidak lagi menghambat aliran air sungai saat debit meningkat.
“Kalau jembatan naik dan rel kereta naik, Insyaallah air tidak akan tertahan oleh jembatan maupun rel kereta,” tambah Dody.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









