Akurat Logo

Bos HK Usul PMN Rp31,35 Triliun Bakal Lanjutkan Jalan Tol Trans Sumatera

Viona Sebastian Nolani | 2 September 2021, 11:20 WIB
Bos HK Usul PMN Rp31,35 Triliun Bakal Lanjutkan Jalan Tol Trans Sumatera

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp31,35 triliun untuk melanjutkan penugasan pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Rencana penggunaan PMN tahun depan itu memang untuk menyelesaikan beberapa ruas tol di Sumatera," ujar Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, seperti dilansir dari Antara (2/9/2021). 

Ia merinci, PMN tersebut akan digunakan untuk ruas tol Pekanbaru - Dumai senilai Rp293 miliar, Binjai - Langsa Rp3,58 triliun, Indralaya - Muara Enim Rp7,18 triliun, dan Kisaran - Indrapura Rp2,42 triliun.

Kemudian, untuk Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat sebesar Rp5,05 triliun, Taba Penanjung - Bengkulu Rp1,23 triliun, Sigli - Banda Aceh Rp6,37 triliun, serta Pekanbaru - Pangkalan Rp5,2 triliun.

Menurut Budi, pemberian PMN tahun 2022 akan memberi manfaat bagi pemerintah dalam bentuk konektivitas di Pulau Sumatera serta kenaikan ekonomi dan peningkatan fiskal selama masa konsesi.

"Sedangkan bagi masyarakat, waktu tempuh perjalanan di Sumatera menjadi lebih efisien," katanya.

Lalu, ia menuturkan masyarakat juga akan mendapat manfaat berupa penurunan biaya transportasi barang dan jasa rata-rata sebesar 24,2 persen, serta penyerapan tenaga kerja selama masa konsesi sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.

Sementara bagi Hutama Karya, struktur permodalan akan lebih baik dengan PMN dan proyek Trans Sumatera bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2021 sudah cair Rp6,2 triliun untuk PT Hutama Karya (Persero) dan PMN 2021 tambahan yang sudah masuk yakni Hutama Karya Rp9 triliun dan PT Waskita Karya (Persero) Rp7,9 triliun.

"Adapun sampai Senin (30/8/2021), PMN tahun 2021 yang sudah cair sebesar Rp6,2 triliun untuk Hutama Karya," jelas Erick beberapa waktu lalu.

Ia pun menuturkan bahwa untuk PMN 2021 yang sebelumnya diusulkan antara lain bagi restrukturisasi IFG sebesar Rp20 triliun, Hutama Karya Rp6,208 triliun, PT Pelindo III Rp1,2 triliun, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ITDC Rp470 miliar, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Rp977 miliar, PT PAL Rp1,26 triliun, dan PT PLN Rp5 triliun. Mayoritas PMN ini adalah untuk penugasan dan restrukturisasi.

"Sementara untuk PMN 2021 BUMN sisanya masih dalam proses di Kementerian Keuangan," imbuh Erick Thohir.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.