Empat Perusahaan Ini Sepakat Perbaiki Jembatan Aceh Singkil yang Rusak

AKURAT.CO, Empat perusahaan perkebunan sepakat akan memperbaiki jembatan penghubung antar kecamatan yang melintasi Sungai Cinendang, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.
Bupati Aceh Singkil Dulmusrid yang meninjau lokasi jembatan kepada wartawan Jumat (5/1) dilansir dari Antara mengatakan, kerusakan jembatan tersebut disepakati dibebankan kepada empat perusahaan yakni PT Perkebunan Lembah Bakti, PT Nafasindo, PT Runding, dan PT Ensem Lestari.
Jembatan penghubung antar kecamatan yang akrab disebut jembatan handel itu berdiri kokoh di atas Sungai Cinendang sepanjang 150 meter.
"Jembatan rangka baja itu tiga hari terakhir ini di bagian lantainya yang terbuat dari plat baja telah peot sehingga dikhawatirkan akan mencelakai pengguna jalan," kata salah seorang pengendara setempat Idrus.
Jembatan ini juga sempat beredar di media sosial dan di dunia maya, karena Pemkab setempat dan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit dinilai tak acuh, padahal jembatan salah satu penghubung tiga kecamatan yakni Kecamatan Gunung Meriah, Kuta baharu dan Singkohor.
"Keempat perusahaan itu sepakat akan memperbaiki kerusakan jembatan dengan secara patungan, karena jembatan itu selain akses bisnis ekonomi perusahaan juga akses nadi ekonomi masyarakat," kata Dulmusrid di dampingi jajarannya dan sejumlah perwakilan perusahaan terkait.
Dikatakannya, siang tadi pihaknya mengajak musyawarah keempat perusahaan di kantor bupati untuk mencari solusinya, dan Alhamdulillah hasil kesepakatan memperbaiki secara patungan.
Namun dalam mediasi perwakilan PT Ensem tidak hadir karena petingginya semua sedang berada di Medan, Sumatera Utara, namun mereka sepakat apapun hasil dari musyawarah tetap komitmen dengan hasil keputusan.
Biaya perbaikan kerusakan lantai jembatan sepanjang 40 meter sementara selebihnya masih bagus dan itu ditaksir biayanya mencapai Rp100 juta karena pembangunan harus secara permanen.
"Biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan ini secara pasti saya tidak tahu, namun diperkirakan Rp100 juta," kata salah satu perwakilan perusahaan PT Nafasindo.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil Ir Muzni kepada wartawan mengatakan, tahun 2018 mengusulkan pembuatan jembatan baru ke provinsi menggunakan dana Otsus nilai anggaran Rp30 miliar.
"Insya Allah diterima, sehingga tahun 2019 sudah bisa dikerjakan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi



