Akurat Logo

ALLPrint Indonesia 2026 Dibuka, Industri Percetakan Hadapi Perubahan Teknologi

Winna Wandayani | 8 Oktober 2026, 06:34 WIB
ALLPrint Indonesia 2026 Dibuka, Industri Percetakan Hadapi Perubahan Teknologi
Daud D. Salim selaku CEO Krista Exhibitions (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Pameran ALLPrint Indonesia 2026 mulai digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara.

Peserta berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura dan Korea Selatan. Sekitar 20 peserta merupakan pelaku UMKM yang mengikuti pameran tersebut.

"Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara industri percetakan menjalankan proses produksi dan memenuhi kebutuhan pasar," ujar Daud D. Salim selaku CEO Krista Exhibitions, saat Opening Ceremony di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurut Daud, efisiensi, kapasitas produksi, fleksibilitas dan daya saing menjadi hal yang perlu diperhatikan industri percetakan. Digitalisasi serta perubahan kebutuhan pasar juga mendorong penggunaan teknologi dalam proses produksi.

ALLPrint Indonesia 2026 digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated dan Pro Label Asia. Pameran pendukung tersebut mencakup sektor percetakan, digital printing, textile printing, packaging, label, hingga signage.

Rangkaian acara turut diisi seminar yang membahas perkembangan teknologi dan bisnis percetakan. Sejumlah topik yang dibahas mencakup digital textile printing, carton manufacturing, single pass technology, food safety packaging dan sertifikasi halal pada kemasan.

Selain seminar, terdapat program Business Matching dan Hosted Buyer yang mempertemukan peserta dengan calon pembeli serta pelaku industri. Program tersebut menjadi salah satu agenda bisnis dalam penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026.

Perkembangan teknologi menjadi tantangan bagi industri percetakan di tengah meningkatnya kebutuhan personalisasi dan efisiensi. Pelaku industri perlu menyesuaikan teknologi yang digunakan dengan kebutuhan produksi serta perubahan permintaan pasar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.