Akurat Logo

Lebih Cepat, Ini Cara Kerja Sensor AI Piala Dunia 2026 dalam Melacak Offside!

Titania Isnaenin | 14 Juni 2026, 22:29 WIB
Lebih Cepat, Ini Cara Kerja Sensor AI Piala Dunia 2026 dalam Melacak Offside!
Sensor AI di Piala Dunia 2026.

AKURAT.CO Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi peluncuran teknologi sepak bola paling mutakhir di planet bumi.

Dalam upaya meminimalkan kesalahan wasit yang kontroversial, badan sepak bola dunia kini resmi mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi posisi offside secara instan dan akurat.

Sistem canggih ini siap mengubah jalannya pertandingan menjadi lebih adil sekaligus memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih transparan bagi para penggemar.

Memperkenalkan Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Teknologi yang menjadi tulang punggung dalam mendeteksi offside menggunakan AI ini disebut sebagai Semi-Automated Offside Technology (SAOT).

Sistem ini bekerja secara otomatis untuk memberikan sinyal peringatan kepada wasit di dalam ruang Video Assistant Referee (VAR) ketika ada momen pemain yang terjebak posisi offside.

Berbeda dengan sistem VAR konvensional yang mengharuskan petugas menarik garis visual di layar secara manual yang seringkali memakan waktu hingga beberapa menit, SAOT memangkas waktu pengambilan keputusan menjadi hitungan detik saja.

Kecepatan dan presisi tingkat tinggi ini dapat dicapai berkat kombinasi canggih antara sensor di dalam bola dan kamera pelacak khusus di sekeliling stadion.

Cara Kerja AI dalam Mendeteksi Offside

Proses deteksi offside berbasis kecerdasan buatan ini melibatkan pengumpulan data masif secara real-time yang terbagi ke dalam tiga komponen utama:

1. Sensor Pintar di Dalam Bola (Inertial Measurement Unit)

Di bagian pusat bola pertandingan, tertanam sebuah sensor bernama Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor ini berfungsi untuk mengirimkan data spasial bola ke ruang kontrol sebanyak 500 kali per detik.

Lewat frekuensi pengiriman data yang sangat rapat ini, AI dapat mendeteksi dengan sangat presisi kapan tepatnya kaki seorang pemain menyentuh atau menendang bola (kick-point).

2. Kamera Pelacak 3D di Atas Stadion

Sistem SAOT didukung oleh sekitar 10 hingga 12 kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap sirkuit stadion.

Kamera-kamera ini tidak merekam gambar biasa, melainkan bertugas melacak bola dan 29 titik data dari tubuh masing-masing pemain di lapangan secara konstan.

Titik data yang dilacak mencakup seluruh anggota badan yang sah digunakan untuk mencetak gol, seperti ujung kaki, lutut, pundak, dan kepala, sebanyak 50 kali per detik.

3. Pemrosesan Data Otomatis oleh Algoritma AI

Ketika bola diumpan, algoritma AI akan langsung menggabungkan data kick-point dari sensor bola dengan data posisi 29 titik tubuh pemain dari kamera.

Jika ada pemain penyerang yang berada di posisi offside saat bola ditendang, sistem AI secara otomatis akan membuat grafik animasi 3D dan mengirimkan alarm peringatan ke ruang VAR.

Validasi Manusia Tetap yang Utama

Meskipun sistem ini berjalan secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Petugas VAR di ruang kontrol akan memeriksa gambar dan titik potong garis yang dibuat oleh AI secara manual terlebih dahulu untuk memastikan akurasinya. Setelah VAR memberikan konfirmasi, wasit utama di lapangan baru akan meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran.

Setelah keputusan sah diambil, animasi 3D yang dihasilkan oleh AI tersebut akan langsung disiarkan di layar besar stadion dan tayangan televisi global.

Hal ini memastikan para penonton di rumah maupun di tribun dapat melihat dengan mata kepala sendiri posisi offside yang terjadi secara mendetail dan ilmiah, sekaligus mengakhiri perdebatan panjang yang biasa mewarnai laga sepak bola dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.