Canva AI 2.0 Resmi Dirilis, Desain Kini Bisa Dibuat Lewat Perintah Teks

AKURAT.CO Canva merilis pembaruan besar lewat Canva AI 2.0 dengan pendekatan baru dalam desain berbasis kecerdasan buatan. Platform ini mengandalkan sistem prompt, sehingga pengguna cukup menjelaskan ide untuk menghasilkan konten otomatis.
Lewat pembaruan ini, Canva juga merombak tampilan dan ruang kerjanya agar lebih terpusat sebagai platform pembuatan konten berbasis AI. Seluruh alat desain kini bisa diakses dalam satu alur kerja yang terintegrasi.
"Canva AI 2.0 mengubah Canva menjadi platform percakapan dan agen di mana tim dapat pergi dari ide ke eksekusi di satu tempat," kata Canva dalam laman resminya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Salah satu perubahan utama adalah hadirnya antarmuka percakapan terpadu yang menghubungkan berbagai model AI Canva. Melalui fitur ini, pengguna bisa memberi instruksi seperti membuat kampanye pemasaran dan sistem langsung menyusun materi siap diedit atau digunakan.
Canva menyebut pendekatan ini sebagai transformasi dari proses kreatif manual menjadi berbasis percakapan. Pengguna tidak lagi harus berpindah-pindah alat, karena seluruh proses dari ide hingga eksekusi dapat dilakukan dalam satu platform.
Baca Juga: Canva Perkuat AI dan Otomatisasi Marketing Lewat Akuisisi Simtheory dan Ortto
Teknologi ini dirancang untuk memangkas waktu produksi dengan mengurangi pekerjaan teknis yang berulang. Kreator dan tim pemasaran bisa lebih fokus pada penyempurnaan konsep dan detail visual.
Canva juga menambahkan fitur memori yang mampu mempelajari preferensi pengguna dari waktu ke waktu. Dengan begitu, hasil desain bisa tetap konsisten dengan identitas merek dan gaya visual yang digunakan.
"Cukup jelaskan ide, tujuan, atau struktur kasar, dan Canva AI menghasilkan desain yang dapat diedit sepenuhnya dengan struktur, merek dan tata letak sejak awal," ujar Canva.
Selain itu, hadir pula teknologi 'kecerdasan berbasis objek' yang membuat pengeditan lebih presisi. Pengguna dapat mengubah elemen tertentu seperti teks, gambar, atau font tanpa memengaruhi keseluruhan desain.
Pembaruan ini turut membawa peningkatan pada sisi integrasi dan pengembangan. Canva kini mendukung impor HTML melalui Canva Code serta koneksi langsung dengan layanan pihak ketiga seperti Slack, Gmail dan Google Drive.
Canva AI 2.0 saat ini diluncurkan dalam bentuk pratinjau penelitian dan tersedia untuk satu juta pengguna pertama. Perusahaan menyatakan akses akan diperluas secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.
Meski jadwal rilis penuh belum diumumkan, upaya ini menegaskan arah Canva dalam mengembangkan platform desain berbasis AI yang lebih otomatis. Pembaruan ini juga menunjukkan persaingan yang makin ketat di ranah desain berbasis prompt.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina



