Serangan Siber Diduga Terkait Iran Ganggu Jaringan Global Stryker

AKURAT.CO Perusahaan teknologi medis asal Amerika Serikat, Stryker, mengungkapkan bahwa jaringan globalnya mengalami gangguan akibat serangan siber. Serangan ini diduga berkaitan dengan kelompok peretas yang memiliki hubungan dengan Iran.
Dalam dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), Stryker menyebutkan bahwa insiden tersebut memengaruhi lingkungan internal Microsoft yang digunakan perusahaan. Serangan itu juga dilaporkan menghapus sejumlah data dari perangkat internal.
Operasional Perusahaan Sempat Terhenti
Gangguan tersebut berdampak signifikan pada operasional perusahaan. Seorang karyawan mengatakan bahwa telepon perusahaan sempat tidak berfungsi sehingga komunikasi dan pekerjaan sehari-hari terhenti.
Stryker menyatakan hingga kini mereka masih menilai dampak operasional dan finansial dari serangan tersebut. Perusahaan juga belum dapat memastikan kapan seluruh sistem dapat dipulihkan sepenuhnya.
"Kami terus menangani gangguan yang memengaruhi jaringan global kami akibat serangan siber," tulis perusahaan dalam pernyataan di situs resminya, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Tidak Ada Indikasi Malware atau Ransomware
Stryker menambahkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi malware atau ransomware dalam insiden tersebut. Perusahaan juga meyakini gangguan hanya terjadi pada lingkungan internal Microsoft.
Produk utama Stryker, termasuk Mako, Vocera dan LIFEPAK35, dipastikan tetap aman dan tidak terdampak oleh insiden tersebut. Karena itu, perangkat-perangkat tersebut masih dapat digunakan secara normal.
Kelompok Hacker Handala Mengaku Bertanggung Jawab
Kelompok peretas bernama Handala, yang disebut memiliki keterkaitan dengan Iran, mengklaim berada di balik serangan tersebut. Mereka menyatakan berhasil mengambil sekitar 50 terabyte data penting dari sistem Stryker dan menghapus lebih dari 200.000 sistem, server, serta perangkat seluler.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







