Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia, Ini Jadwal Lengkapnya

AKURAT.CO Gerhana Bulan Total akan terlihat di langit Indonesia pada Selasa (3/3/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena ini bisa disaksikan di seluruh wilayah, dengan perbedaan waktu fase awal di tiap zona.
"Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar, sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke bayangan inti (umbra) Bumi," tulis BMKG dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (2/3/2026).
Secara keseluruhan, gerhana berlangsung lebih dari lima jam, mulai dari fase penumbra hingga berakhir sepenuhnya. Perbedaan utama di Indonesia terletak pada momen awal yang terlihat saat Bulan terbit, terutama antara wilayah barat dan timur.
Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Berikut rincian waktu setiap fase berdasarkan zona waktu Indonesia:
Gerhana Penumbra Mulai (P1)
- WIB: 15.42.44
- WITA: 16.42.44
- WIT: 17.42.44
Gerhana Sebagian Mulai (U1)
- WIB: 16.49.46
- WITA: 17.49.46
- WIT: 18.49.46
Gerhana Total Mulai (U2)
- WIB: 18.03.56
- WITA: 19.03.56
- WIT: 20.03.56
Puncak Gerhana
- WIB: 18.33.39
- WITA: 19.33.39
- WIT: 20.33.39
Gerhana Total Berakhir (U3)
- WIB: 19.03.23
- WITA: 20.03.23
- WIT: 21.03.23
Baca Juga: Apa Itu Blood Moon? Ini Penyebab Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana Total
Gerhana Sebagian Berakhir (U4)
- WIB: 20.17.33
- WITA: 21.17.33
- WIT: 22.17.33
Gerhana Penumbra Berakhir (P4)
- WIB: 21.24.35
- WITA: 22.24.35
- WIT: 23.24.35
Wilayah Indonesia bagian timur berpeluang menyaksikan fase gerhana lebih lengkap sejak Bulan terbit. Sementara itu, di Indonesia bagian barat, gerhana umumnya sudah memasuki fase berjalan ketika Bulan mulai terlihat di ufuk timur.
Kenapa Bulan Terlihat Merah Saat Gerhana Total?
Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam satu garis lurus pada fase purnama. Dalam posisi ini, Bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi atau umbra.
Saat puncak gerhana terjadi dan langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah. Warna tersebut muncul akibat efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi.
Cahaya biru yang berpanjang gelombang pendek tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan. Inilah sebabnya gerhana bulan total sering disebut sebagai 'Blood Moon'.
Tips Pengamatan Agar Lebih Optimal
BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi minim polusi cahaya dengan pandangan terbuka ke arah timur. Kondisi cuaca juga menjadi faktor krusial, sehingga informasi prakiraan terbaru sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Sepanjang 2026 diperkirakan terjadi empat kali gerhana, tetapi hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Peristiwa ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung perubahan warna Bulan di langit malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan




