Akurat Logo

Pengeluaran Konsumen Global Tembus Rp50 Triliun untuk Aplikasi ChatGPT di Perangkat Seluler

Petrus C. Vianney | 22 Desember 2025, 21:41 WIB
Pengeluaran Konsumen Global Tembus Rp50 Triliun untuk Aplikasi ChatGPT di Perangkat Seluler

AKURAT.CO Aplikasi seluler ChatGPT mencetak pencapaian dengan total pengeluaran konsumen global menembus $3 miliar (sekitar Rp50 triliun). Angka ini berdasarkan estimasi Appfigures yang menghitung belanja pengguna iOS dan Android sejak peluncuran pada Mei 2023.

Lonjakan terbesar terjadi pada 2025 dengan pengeluaran pengguna ChatGPT di perangkat seluler diperkirakan mencapai $2,48 miliar (sekitar Rp41,5 triliun). Angka tersebut melonjak sekitar 408 persen dibandingkan 2024 yang mencatat $487 juta (sekitar Rp8 triliun).

Pada tahun pertama peluncurannya di 2023, aplikasi ChatGPT mencatat pendapatan sekitar $42,9 juta (sekitar Rp719 miliar). Angka tersebut kemudian melonjak lebih dari sepuluh kali lipat pada 2024, menandakan percepatan adopsi pengguna secara global.

Dibandingkan aplikasi populer lain, pertumbuhan ChatGPT tergolong sangat cepat. ChatGPT hanya butuh 31 bulan untuk menembus pengeluaran $3 miliar (sekitar Rp50 triliun), jauh lebih singkat dibandingkan TikTok yang mencapai angka tersebut dalam 58 bulan.

Pencapaian ChatGPT juga melampaui layanan streaming besar seperti Disney+ dan HBO Max. Kedua platform tersebut membutuhkan lebih dari 40 bulan untuk mencapai tingkat pendapatan serupa.

Di sektor kecerdasan buatan (AI), Grok milik xAI muncul sebagai pesaing terdekat ChatGPT. Pertumbuhan pendapatannya dinilai paling mendekati sejak layanan tersebut mulai dimonetisasi, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Senin (22/12/2025).

Sebagian besar pendapatan ChatGPT berasal dari skema langganan berbayar. Pilihannya mencakup ChatGPT Plus seharga $20 (sekitar Rp335 ribuan) per bulan hingga ChatGPT Pro $200 (sekitar Rp3,3 jutaan) per bulan untuk pengguna tingkat lanjut.

Persaingan bisnis AI kini semakin ketat di tingkat global. Google mulai memasukkan iklan ke pencarian berbasis AI, sementara Anthropic membidik pasar bisnis dengan target pendapatan $70 miliar (sekitar Rp1,1 triliun) pada 2028.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.