Akurat Logo

Apa itu Bitcoin ? Begini Cara Kerjanya

Leo Farhan | 25 Mei 2025, 20:13 WIB
Apa itu Bitcoin ? Begini Cara Kerjanya

AKURAT.CO Bitcoin merupakan bentuk mata uang baru, meliputi mata uang digital, mata uang elektronik, mata uang virtual, dan juga dikenal sebagai aset kripto.

Aset kripto ini diciptakan pada tahun 2009 oleh seorang anonim yang dikenal dengan nama Satoshi Nakamoto.

Bitcoin umumnya digunakan untuk melakukan transaksi di internet tanpa melibatkan pihak ketiga atau bank. Karena pengamanan menggunakan kriptografi dan beroperasi dalam jaringan terdesentralisasi yang bernama blockchain, Bitcoin disebut sebagai aset kripto.

Dengan cara kerja tersebut, aset ini tetap terjamin keamanannya dan transparan. Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik serta tidak diterbitkan atau didukung oleh bank atau pemerintah mana pun.

Walau tidak diakui sebagai alat pembayaran resmi di banyak negara, Bitcoin sangat terkenal dan telah menginspirasi peluncuran ratusan jenis mata uang kripto lain yang secara keseluruhan dikenal sebagai altcoin.

Cara Kerja Bitcoin

Bitcoin memanfaatkan sistem peer to peer (P2P) yang beroperasi tanpa memiliki penyimpanan atau pengelola tunggal.

Dalam sistem ini, Bitcoin mengandalkan basis data yang tersebar di berbagai node (komputer) dalam jaringan P2P untuk mencatat transaksi, di mana setiap transaksi Bitcoin divalidasi oleh semua anggota jaringan, yang biasa disebut miner atau penambang.

Para penambang ini berperan sebagai otoritas terdesentralisasi yang memastikan keabsahan jaringan Bitcoin. Bitcoin baru dirilis kepada penambang dengan kecepatan tetap namun berkurang seiring waktu. Total ada 21 juta Bitcoin yang dapat ditambang.

Hingga November 2021, sudah lebih dari 18,875 juta Bitcoin yang ada, dengan kurang dari 2,125 juta Bitcoin yang tersisa untuk ditambang.

Dengan demikian, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya beroperasi dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan mata uang fiat yang menggunakan sistem perbankan terpusat.

Mata uang diciptakan sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi untuk mempertahankan stabilitas harga. Sebaliknya, sistem terdesentralisasi seperti Bitcoin menetapkan tingkat rilis berdasarkan algoritma tertentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.