Denny Santoso Hadirkan BrainBoost Limitless, Seri Audio untuk Pengembangan Diri

AKURAT.CO, Dalam Era digital yang begitu cepat, kreativitas tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan.
Melihat fenomena ini, Tribelio, platform komunitas digital berbasis teknologi, mempersembahkan Borderless Creativity, sebuah acara inspiratif yang bertujuan membantu individu mengakses dan mengembangkan potensi kreatif mereka tanpa batasan.
Borderless Creativity hadir sebagai bagian dari rangkaian inisiatif kreatif yang sebelumnya telah sukses, seperti program RAG bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan akan kembali berlanjut di bulan depan.
Acara dimeriahkan dengan kehadiran Denny Santoso, seorang Licensed Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan Certified Hypnotherapist (CHT) yang juga dikenal sebagai Digital Marketing Expert Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha nasional mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 2020–2024 serta Ade Habibie, seniman multidisiplin sekaligus DJ.
Event ini juga membuat Denny Santoso meluncurkan inovasi terbarunya, BrainBoost Limitless, sebuah seri audio pengembangan diri yang dirancang untuk membawa pendengarnya masuk ke dalam kondisi mental luar biasa, di mana ide-ide brilian mengalir tanpa henti, solusi kreatif muncul dengan mudah, dan imajinasi mampu melampaui batasan.
"Jadi, aplikasi BrainBoost kita buat untuk memudahkan orang untuk bisa mengakses audio afirmasi lebih gampang. Karena audio itu kan streaming langsung. Jadi, per hari ini ada 19 judul program untuk memprogram bawah sadar itu," ujar Denny Santoso di kawasan Antasari, Jakarta, Minggu (27/4/2025).
"Jadi, dengan pakai aplikasi bisa didownload abis itu tinggal diunlocked saja sesuai kebutuhan. Mau program yang mana. Misal mau pede publik speaking, stop smoking misalnya, tinggal diunlockes," tambahnya.
Denny Santoso juga mengungkapkan salah satu tujuan terbuat ya BrainBoost Limitless ini untuk membuat masyarakat yang merasa kurang percaya diri agar bisa lebih mengembangkan dirinya.
"Memprogram otak. Jadi awalnya aku mengajarkan digital marketing, ngajarin teknik ngomong, ngajarin bikin konten segala macem. Problem banyak orang itu adalah ternyata bukan dibikin kontennya tapi dia minder, gak pede, urusannya sekalu ke mental block lagi," bebernya.
"Nah karena latar belakang ku di NLP dan hipnoterapi, jadi aku tau loh seharusnya diginiin aja tapi karena gak ada produknya jadi create produk itu, muncul satu dua dan kemudian muncul multi magnet dan jadi booming. Nah pas booming yaudah kita gas lah, kita bentuk aplikasinya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan




