OpenAI Keluarkan Paket Langganan ChatGPT Pro, Bayar Rp3,1 Juta Bisa Dapat Akses Tak Terbatas

AKURAT.CO OpenAI secara resmi meluncurkan paket berlangganan terbaru, ChatGPT Pro, yang ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut.
Dengan biaya langganan sebesar USD200 atau sekitar Rp3,1 juta per bulan, pelanggan mendapatkan akses tak terbatas ke semua model OpenAI. Termasuk versi lengkap dari model penalaran terbarunya, o1.
Anggota staf teknis OpenAI, Jason Wei, menargetkan ChatGPT Pro untuk pengguna yang sering mendorong kemampuan AI ke batas, seperti untuk tugas matematika, pemrograman dan menulis.
"Model penalaran yang lebih cepat, lebih kuat, dan akurat yang bahkan lebih baik dalam pengkodean dan matematika," kata Wei dalam konferensi pers, dikutip dari Techcrunch.com, ditulis (9/12/2024).
Baca Juga: OpenAI Pertimbangkan Iklan di ChatGPT untuk Tingkatkan Pendapatan
Model o1 hadir dengan performa yang lebih baik dibandingkan versi pratinjau sebelumnya yang dirilis pada September.
Kini, model ini mampu melakukan analisis gambar, memberikan respons yang lebih cepat, serta menunjukkan peningkatan akurasi hingga 34 persen pada pertanyaan dunia nyata yang kompleks.
Namun, performa pada beberapa tolok ukur umum seperti MLE-Bench justru lebih rendah dibandingkan versi pratinjau.
Meskipun semua pelanggan ChatGPT berbayar dapat menggunakan model o1, pengguna ChatGPT Pro akan mendapatkan mode 'pro o1' dengan kemampuan komputasi yang lebih canggih untuk menghasilkan jawaban atas pertanyaan sulit.
OpenAI menjelaskan, bahwa mode ini dirancang khusus untuk kebutuhan di bidang sains, pemrograman dan analisis hukum, dengan pengurangan kesalahan hingga 75 persen untuk soal pemrograman tingkat menengah.
Selain itu, pelanggan ChatGPT Pro juga memperoleh akses ke fitur unggulan seperti GPT-4o dan Mode Suara Lanjutan, yang menawarkan pengalaman percakapan lebih alami.
OpenAI bahkan berencana menyediakan langganan gratis bagi peneliti medis di institusi terkemuka melalui program hibah khusus.
Langkah agresif ini dilakukan untuk memenuhi tekanan dari investor agar OpenAI dapat mengurangi kerugian yang diproyeksikan mencapai $5 miliar (sekitar Rp75 triliun) pada 2024.
Meski demikian, dengan lebih dari 300 juta pengguna aktif mingguan, ChatGPT tetap menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar perusahaan. ChatGPT Pro menjadi paket berlangganan paling mahal dari OpenAI, sepuluh kali lipat biaya ChatGPT Plus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







