Akurat Logo

Pertumbuhan Pelanggan Netflix Melambat, Namun Laba dan Saham Naik Tajam

Petrus C. Vianney | 22 Oktober 2024, 19:58 WIB
Pertumbuhan Pelanggan Netflix Melambat, Namun Laba dan Saham Naik Tajam

AKURAT.CO Netflix melaporkan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan pelanggan selama musim panas.

Perusahaan ini menambahkan 5,1 juta pelanggan baru pada periode Juli-September, turun 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, laba dan pendapatan Netflix tetap melampaui proyeksi para analis.

Pada akhir September, Netflix memiliki 282,7 juta pelanggan global. Keuntungan perusahaan mencapai $2,36 miliar (sekitar Rp36,58 triliun), naik 41 persen dari tahun lalu, sementara pendapatan meningkat 15 persen menjadi $9,82 miliar (sekitar Rp152,21 triliun).

Meski pertumbuhan pelanggan melambat, kinerja keuangan yang solid membuat saham Netflix melonjak hampir 4 persen dalam perdagangan setelah laporan dirilis. Saham perusahaan juga sudah naik lebih dari 40 persen sepanjang tahun ini.

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, mengatakan bahwa perusahaan memiliki rencana untuk mempercepat kembali pertumbuhan.

"Kami memiliki rencana untuk mempercepat kembali pertumbuhan dan kami memenuhi rencana itu," ujarnya, dikutip dari Apnews.com, Senin (21/10/2024).

Penurunan ini mencerminkan perubahan setelah Netflix menindak berbagi kata sandi, yang sebelumnya memungkinkan jutaan pengguna menonton tanpa membayar.

Selain itu, layanan berlangganan dengan iklan yang diperkenalkan Netflix dua tahun lalu mulai memberikan kontribusi, meski masih kecil.

Netflix berencana meningkatkan pendapatan iklannya, yang diprediksi akan berlipat ganda dalam setahun ke depan.

Namun, analis Forrester Research, Mike Proulx, menyatakan keprihatinan terhadap perlambatan pertumbuhan, terutama di Amerika Serikat dan menekankan pentingnya strategi iklan bagi Netflix ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.