Akurat Logo

Viral Kasus Penipuan Di WhatsApp Dengan File APK, Ini Ciri-ciri Yang Wajib Diketahui

Tia Nurullatifah | 7 Juli 2023, 16:30 WIB
Viral Kasus Penipuan Di WhatsApp Dengan File APK, Ini Ciri-ciri Yang Wajib Diketahui

AKURAT.CO, Belum lama ini dilaporkan terdapat korban penipuan di WhatsApp melalui aplikasi APK yang kerugiannya mencapai Rp1,4 M.

Seorang pengusaha aksesoris Silvia Yap (52) asal Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur kehilangan uang tabungan sebesar Rp1,4 M di rekeningnya usai membuka link undangan nikahan palsu yang dikirim orang tidak dikenal di aplikasi perpesanan WhatsApp.

Kuasa hukum korban, Hilmy F, menjelaskan bahwa link undangan tersebut berisi file aplikasi APK (format file aplikasi untuk android) berukuran 5 MB yang dikirim oleh nomor tidak dikenal pada Rabu, 24 Mei 2023, pukul 10.00 WIB.

Setelah link undangan nikahan palsu tersebut dibuka, uang tabungan korban di bank terkuras Rp1,4 M. Uang tabungan raib dalam beberapa kali transaksi yang tidak diketahui korban.

Transaksi tersebut dilakukan melalui m-banking korban hingga tersisa uang Rp2 juta.

Kasus penipuan di WhatsApp itu bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Pada bulan Januari lalu, Derasmus Kolopo, warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga menjadi korban modus penipuan di WhatsApp dengan undangan pernikahan. Hingga, dia kehilangan uang Rp14 juta.

Kejadian yang menimpa Silvia menjadi tambahan daftar korban penipuan di WhatsApp dengan modus undangan pernikahan. Supaya tidak lagi menimbulkan korban, berikut ini ciri-ciri penipuan di WhatsApp yang perlu diketahui.

Ciri-ciri Penipuan di WhatsApp Lewat Modus APK

Berikut ini ciri-ciri penipuan di WhatsApp lewat modus APK yang perlu diketahui agar senantiasa berhati-hati, dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/7/2023).

1. Tidak Bersumber Resmi

Aplikasi APK yang jahat dapat mengakses ponsel pengguna dari jarak jauh dan mencuri data kredensial juga bukan bersumber dari perusahaan atau instansi terkait.

Dalam membagikan APK itu, penipu selalu menyertai dulu narasi yang mencatut nama perusahaan atau instansi yang resmi. Bertujuan agar korban percaya dan mau menginstal aplikasi APK yang diberikan.

2. Nama Aplikasi yang Mencurigakan

Ciri-ciri penipuan di WhatsApp selanjutnya yakni nama aplikasi APK yang mencurigakan. Untuk membuat korban percaya, penipu memberikan nama aplikasi APK mirip dengan informasi palsu yang disertakan.

Sebagai contoh, apabila penipu memberikan informasi palsu tagihan BPJS Kesehatan maka nama aplikasi yang disertakan atau dilampirkan bakal mengikutinya menjadi seperti "Tagihan BPJS Kesehatan.apk".

3. Muncul Peringatan Keamanan Saat Hendak Diinstal

Selanjutnya, saat aplikasi APK diinstal maka akan muncul notifikasi peringatan keamanan. Sistem android akan mendeteksinya sebagai perangkat lunak yang memiliki potensi bahaya.

Jika hendal diinstal, sistem ponsel android akan menampilkan peringatan keamanan pada pengguna dengan apakah yakin untuk melanjutkan pemasangan. Setelah muncul notifikasi tersebut, maka hentikan proses instalasi.

4. Dikirim Oleh Nomor Asing

Aplikasi APK dipastikan selalu dikirim oleh nomor asing yang tidak dikenal. Sebab, penipu menyebar aplikasi tersebut secara acak ke korban. Untuk mengirimnya, mereka dapat berkedok sebagai perwakilan perusahaan atau instansi resmi.

5. Tidak Bersumber dari Google Play Store/App Store

Ciri-ciri penipuan di WhatsApp terakhir yakni aplikasi APK tidak bersumber dari Google Play Store/App Store untuk iPhone. Aplikasi tersebut kemungkinan sangat kecil untuk berasal dari sumber aplikasi resmi tersebut. Keduanya melarang aplikasi yang mencuri data kredensial pengguna. Oleh sebab itu, penipu akan menyebar aplikasi APK secara langsung ke korban.

Itulah beberapa ciri-ciri penipuan di WhatsApp dengan modus aplikasi APK yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.