Terus Berinovasi, Centrepark Siap Menyambut Teknologi Perparkiran 4.0

AKURAT.CO Perusahaan penyedia layanan perparkiran Indonesia, PT Centrepark Citra Corpora bersiap mengimplentasikan teknologi perparkiran generasi 4.0 untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan parkir di area komersial sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna.
Centrepark yang telah mengembangkan penggunaan teknologi perparkiran sejak 2018, membuktikan bahwa dengan penerapan teknologi, kinerja pengelolaan lahan parkir dapat meningkat signifikan. Hal itu terlihat dari kenaikan tingkat lalu lintas dan transaksi yang berujung pada peningkatan pendapatan.
“Masa depan perparkiran akan dibentuk oleh inovasi teknologi dan perubahan mobilitas. Karena itu sejak 2018 kami terus melakukan inovasi teknologi untuk mendorong pengelolaan perparkiran di Tanah Air semakin maju,” kata Chief Executive Officer Centre Park, Charles Oentemo, di Jakarta pada Rabu (29/3/2023).
Berdasarkan sejumlah kajian lembaga konsultan global, ke depan tren dalam industri parkir akan diwarnai dengan peningkatan penggunaan teknologi, optimalisasi ruang parkir, konsep ekonomi berbagi (sharing economy), pendekatan berbasis konsumen, fokus kepada keberlanjutan, dan peningkatan penggunaan kendaraan listrik.
Centrepark telah mengantisipasi perubahan tren itu dengan melakukan berbagai adaptasi menuju teknologi perparkiran generasi 4.0. Beberapa contoh inovasi teknologi generasi terbaru yang dimiliki Centrepark, misalnya Traffic Dispatch System yang merupakan inovasi berbasis analisis preskriptif.
Dengan sistem ini, manajemen lalu-lintas di area parkir area komersial dapat diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pintu masuk dan keluar area parkir. Traffic Dispatch System, dalam implementasi berupa papan informasi tingkat kepadatan kendaraan di suatu area parkir.
Dengan adanya sistem ini, pengunjung akan diarahkan ke jalur masuk maupun keluar area parkir yang lebih kosong karena seringkali ada penumpukan antrean kendaraan di pintu parkir, sementara di pintu lainnya kosong. Maka dengan sistem ini, kenyamanan pengunjung akan semakin meningkat.
Pendekatan berbasis konsumen memang jadi salah satu pilar dalam teknologi perparkiran generasi 4.0. Selain Traffic Dispatch System, Centrepark juga punya inovasi lain, yakni sistem pemesanan slot parkir (Quickbook) yang bisa dimanfaatkan konsumen, agar bisa mendapatkan tempat parkir sesuai keinginan mereka.
“Layanan ini juga bisa menjadi nilai tambah bagi pengelola area komersial, untuk menarik minat pengunjung,” kata Charles.
Hal lain yang juga dikembangkan Centrepark dalam teknologi perparkiran generasi 4.0 adalah integrasi sistem perparkiran sebagai media promosi bagi pengelola gedung maupun tenant. Dengan adanya integrasi ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi mengeneai kampanye marketing atau event yang diadakan pengelola gedung.
Faktor kecepatan akses masuk dan keluar area parkir pun termasuk hal krusial yang dikembangkan Centrepark. Upaya meningkatkan kecepatan akses itu dimungkinkan dengan penggunaan sistem Wuzz.
“Sistem ini memanfaatkan teknologi tapless, sehingga transaksi parkir dapat berjalan lebih cepat, efisien, transparan, dan tentunya bisa mengurangi potensi antrean kendaraan,” ucap Charles.
Centrepark Menyambut Ekosistem Kendaraan Listrik
Perkembangan teknologi perparkiran generasi 4.0 juga dirancang untuk adaptif terhadap berbagai tren baru, salah satunya adalah tren penggunaan mobil dan sepeda motor listrik.
Jumlah populasi kendaraan listrik yang terus meningkat, ditambah dukungan pemerintah terhadap ekosistem kendaraan listrik untuk mengejar target pengurangan emisi, perlu didukung dengan keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) atau EV charging station.
Pada tahun lalu, pemerintah pusat maupun pemerintah DKI Jakarta telah mewacanakan adanya kewajiban bagi pengelola gedung untuk menyediakan SPKLU di area parkir masing-masing. Bahkan, di DKI Jakarta, setiap gedung baru sudah wajib menyediakan EV charging station di area parkirnya.
Bersama dengan para mitranya, Centrepark kini terus mengembangkan keberadaan SPKLU di berbagai lokasi parkir yang dikelola perusahaan.
“Kami beradaptasi dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik, Centrepark, sebagai perusahaan perparkiran berbasis teknologi, tentunya akan mengakomodir kebutuhan pengisian kendaraan listrik di berbagai lokasi,” jelas Charles.
Berbagai inovasi dan pengembangan yang dilakukan perusahaan, menurut Charles, merupakan implementasi atas visi perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar di industri perparkiran dan teknologi mobilitas di Indonesia dan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, pada tahun ini Centrepark pun menetapkan sejumlah rencana strategis 2023-2025.
Strategi pertama dimulai dengan penguatan bisnis inti dan proses internal perusahaan. Diikuti dengan pengembangan segmen bisnis melalui kolaborasi bersama Parkee dan Alfabeta. Lalu upaya ekspansi dengan mengembangkan lini bisnis dan penjajakan pasar baru di kawasan Asia Tenggara. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



