Akurat Logo

Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi Bank Sampah Digital Rongsokin

Muhammad Ghifani Ramadifa | 8 April 2022, 11:30 WIB
Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi Bank Sampah Digital Rongsokin

AKURAT.CO, Barang rongsokan kerapkali dibuang dengan sembarang. Padahal, hal ini berpotensi menyebabkan pencemaran yang membahayakan. Misalnya logam berat yang terdapat di baterai bekas.

Kondisi tersebut melatarbelakangi tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan aplikasi bank sampah keliling digital yang membantu masyarakat untuk menjual rongsokannya kepada pengepul dengan mudah tanpa harus keluar rumah.

Aplikasi bernama Rongsokin ini digagas oleh tim yang terdiri dari Annisyah Amelia Fadhilah (Departemen Teknik Elektro), Farid Cenreng (Departemen Teknik Komputer), Muhammad Adib Afkari (Departemen Teknik Elektro), Cellerina Yolanda Evitasari (Departemen Teknik Elektro), dan Shafira Cahyasakti (Departemen Teknik Elektro). 

Aplikasi tersebut menyediakan jasa jual beli barang rongsokan melalui pengepul keliling yang bisa diakses kapan pun secara daring.

Menurut Annisyah Amelia Fadhilah, ketua tim, cara kerja aplikasi ini pun terbilang mudah.

Pengguna aplikasi hanya perlu mencentang jenis barang-barang rongsokan yang ingin dijual. 

Kemudian, pengguna harus mencantumkan alamat rumahnya dengan lengkap. Setelah itu, pengepul yang ingin membeli rongsokannya akan langsung menuju ke lokasi terkait.

Lalu, pengepul akan menjemput barang rongsokannya, melihat kondisi barang, dan transaksi pun dilakukan.

Adapun jenis-jenis barang rongsokan yang bisa digunakan dalam transaksi ini adalah barang elektronik, plastik, kertas, kaca, logam, dan kain.

Setiap barang yang diklasifikasikan ke dalam enam jenis tersebut memiliki harga yang sudah dipatok di dalam aplikasi. 

"Kita sudah mematok harga di dalam aplikasi agar para pengepul bisa mendapat uang yang sudah semestinya, karena seringkali kita lihat para pengepul mendapat hasil yang lebih kecil dari seharusnya," jelas Annisyah di laman resmi ITS.

Ia menambahkan, nantinya uang yang diperoleh dari hasil transaksi akan divaluasi ke dalam rongsok poin.

Dimana akumulasi poin bisa ditukarkan ke dalam rupiah dalam bentuk e-money. 

"Kami sudah berencana untuk bekerja sama dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, OVO, dan platform e-money lainnya," kata Annisyah.

Selain bertransaksi barang rongsokan, Annisyah bersama tim juga telah menyediakan sejumlah artikel yang menarik seputar sampah, barang rongsokan, limbah elektronik, dan sebagainya.

Dengan begitu, para pengguna juga bisa membaca dan mengedukasi diri soal barang rongsokan, sampah, limbah, dan topik-topik lain yang terkait.

Saat ini, aplikasi Rongsokin sudah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui Google Play. Di dalamnya, sejumlah 30 pengepul telah bergabung dengan aplikasi ini dan siap melayani transaksi.

Meskipun begitu, untuk sementara ini transaksi hanya bisa dilakukan di daerah Surabaya saja.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.