Mengenal Biofuel, Teknologi Ramah Lingkungan sebagai Bahan Bakar Alternatif

AKURAT.CO, Minyak bumi merupakan sumber energi utama yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun begitu, penggunaan minyak bumi ini memberikan dampak negatif bagi lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara. Tak hanya itu, keberadaan minyak bumi juga semakin menipis karena penggunaannya yang berlebihan.
Untuk menggantikan minyak bumi sebagai bahan bakar, sudah banyak pengembangan teknologi yang memanfaatkan sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan tidak memberikan dampak berbahaya bagi lingkungan. Salah satu bahan bakar tersebut, yaitu biofuel.
Biofuel merupakan teknologi penyediaan energi atau bahan bakar alternatif dengan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Biofuel sendiri berasal dari bahan-bahan organik.
Perbedaan biofeul dengan bahan bakar fosil, yaitu biofuel bisa diolah langsung dari bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan sementara bahan bakar fosil berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati selama jutaan tahun yang lalu.
Bahan baku utama untuk membuat biofeul ada dua jenis, yaitu bahan yang bisa dikonsumsi dan bahan yang tidak bisa dikonsumsi. Produk makanan seperti gula, pati, atau minyak sayur bisa dijadikan biofuel melalui metode konvensional, yaitu transesterifikasi.
Kemudian, biofuel juga dapat dihasilkan dari tanaman non pangan, seperti limbah pertanian dan residu yang tidak dapat dikonsumsi manusia dengan menggunakan teknologi maju seperti hydrocracking.
Ada dua jenis produk biofeul yang sudah dikembangkan, yaitu bioetanol dan biodiesel. Bioetanol berasal dari alkohol yang strukturnya sama dengan bir atau minuman anggur. Dalam pembuatan bioetanol memerlukan fermentasi karbohidrat atau reaksi kimia gas alam.
Beberapa tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti jagung, sorgum, atau singkong biasanya digunakan untuk menghasilkan bioetanol. Bahan bakar yang satu ini relatif murah dan mudah diproduksi, sehingga bisa dibuat oleh industri rumahan.
Selain itu, bioetanol juga banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Tetapi, sebelum digunakan bioethanol harus dicampur premium dengan perbandingan tertentu. Produk bioetanol ini dapat menghasilkan karbon dioksida hingga 48 persen lebih sedikit ketimbang bensin konvensional.
Sementara itu, biodiesel merupakan bahan bakar alami yang biasanya diperoleh dari lemak nabati. Bahan baku utama yang digunakan untuk membuat biodiesel, yaitu minyak kedelai, minyak rapeseed, dan minyak bunga matahari.
Namun di Indonesia sendiri, umumnya menggunakan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil), minyak nyamplung, minyak jarak, minyak kelapa, palm fatty acid distillate (PFAD) dan minyak ikan sebagai bahan pembuatan biodiesel.
Biodiesel sendiri bisa digunakan untuk mesin diesel. Bahan bakar ini bersifat ramah lingkungan karena tidak berpengaruh pada pemanasan global, mudah digdegradasi, mengandung 10% oksigen alamiah yang bermanfaat dalam pembakaran, serta dapat melumasi mesin.
Penggunaan biodiesel sendiri hanya melepaskan seperempat jumlah karbondioksida yang dikeluarkan diesel konvensional. Hal tersebut tentunya menjadi pilihan yang jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar fosil.
Biofuel yang merupakan bahan bakar alternatif bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan energi sehari-hari. Penggunaan biofeul ini bisa dimanfaatkan untuk moda transportasi, seperti mobil, bus, sepeda motor, kereta api, pesawat terbang dan kendaraan air. Selain transportasi, bisa juga sebagai pembangkit listrik, seperti peralatan yang menggunakan energi listrik, serta sebagai pamanas untuk kompor dan peralatan memasak lainnya.
Tidak seperti bahan bakar lainnya yang tidak bisa diperbaharui, biofeul ini bisa diproduksi secara terus-menerus karena siapapun bisa menanam lebih banyak tanaman untuk menjadi bahan bakar. Selain itu, tingkat produktivitas tanaman nabati yang lebih tinggi dinilai dapat menangani beberapa masalah deforestasi yang berkaitan dengan biofuel.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




