Akurat Logo

Sistem Bank Sentral Selandia Baru Diretas Berpotensi Akses Informasi Sensitif

Test User Satu | 10 Januari 2021, 20:50 WIB
Sistem Bank Sentral Selandia Baru Diretas Berpotensi Akses Informasi Sensitif

AKURAT.CO Sistem data Bank Sentral Selandia Baru telah diretas oleh orang tak dikenal yang berpotensi mengakses informasi sensitif secara komersial dan pribadi.

"Layanan berbagi file pihak ketiga yang digunakan untuk berbagi dan menyimpan informasi sensitif oleh Reserve Bank of New Zealand telah diakses secara ilegal," kata bank yang berbasis di Wellington itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari AP, Minggu (10/1/2021).

Gubernur Adrian Orr mengatakan pelanggaran telah diatasi. Ia menegaskan fungsi inti bank tetap stabil dan beroperasi seperti biasa. 

“Kami bekerja sama dengan ahli keamanan siber domestik dan internasional serta otoritas terkait lainnya sebagai bagian dari penyelidikan dan tanggapan kami terhadap serangan jahat ini,” kata Orr.

"Sifat dan tingkat informasi yang berpotensi diakses masih ditentukan, tetapi mungkin termasuk beberapa informasi yang sensitif secara komersial dan pribadi," tambahnya.

Kini sistem telah diamankan dan dimatikan sampai bank menyelesaikan penyelidikan awal.

Sejauh ini belum jelas kapan pelanggaran terjadi atau apakah ada indikasi siapa yang bertanggung jawab, dan di negara mana layanan berbagi file tersebut berada.

Selain Bank Sentral, beberapa organisasi besar di Selandia Baru juga pernah menjadi sasaran gangguan dunia maya dalam satu tahun terakhir, termasuk Bursa Efek Selandia Baru, yang servernya tidak terlihat publik selama hampir sepekan di bulan Agustus.

Dave Parry, profesor ilmu komputer di Universitas Auckland, mengatakan kepada Radio Selandia Baru bahwa pemerintah lain kemungkinan berada di balik pelanggaran data bank tersebut.

“Pada akhirnya jika Anda datang dari perspektif kriminal, lembaga pemerintah tidak akan membayar tebusan Anda atau apa pun, jadi Anda mungkin lebih tertarik untuk datang dari tingkat pemerintah ke pemerintah," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.