Akurat Logo

73% Masyarakat Indonesia Terhubung Internet, Kondisi Geografis jadi Tantangan

Test User Satu | 15 Desember 2020, 22:00 WIB
73% Masyarakat Indonesia Terhubung Internet, Kondisi Geografis jadi Tantangan

AKURAT.CO, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan jumlah pengguna internet saat ini diperkirakan ada sebesar 196,7 juta pengguna. Hal itu berarti sebanyak 73% masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet.

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menilai peningkatan penetrasi pengguna internet di Indonesia terus tumbuh.

"Kenaikan pengguna internet sampai 73% ini merupakan angka yang cukup bagus. Tapi tak dipungkiri ada sekitar kurang lebih 12500 desa yang saat ini memang belum punya koneksi internet," ujarnya dalam forum Digital Telco Outlook 2021 bertajuk ‘Mengungkap Peluang dan Kendala Perluasan Jaringan Internet di Berbagai Wilayah Indonesia’, Selasa (15/12/2020).

Izza menuturkan pihaknya berencana di tahun 2021 akan konsen di penetrasi internet di pedesaan, melalui program 'Desa Internet Mandiri 2020' yang sudah dicanangkan dari tahun 2019.

Tantangan nyata untuk meningkatkan penetrasi internet di daerah, diakui bukan perkara mudah. Izza menceritakan letak geografis Indonesia yang sulit dicapai menjadi tantangan sulit yang perlu diselasaikan secara bersama.

"Lokasinya yang pegunungan, laut, pulau-pulau menjadi tantanga berat buat Indonesia, namun sebenarnya kita sudah punya teknologi-teknologi yang memang bisa kita andalkan untuk penetrasi internet, target kita adalah di Tahun 2022 itu semua daerah sudah di internet,” terangnya.

Senada dengan Izza, Ronald Limoa, GM Future Network Project Telkomsel mengakui kendala geografis memang masih menjadi kendala hingga saat ini.

Ia menyampaikan operator perlu membuat inovasi agar servis yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah-daerah bisa tetap tersampaikan dan tidak terhalangi oleh infrastruktur pendukung, seperti listrik.

“Telkomsel dalam hal ini, sudah membangun pembangkit listrik tenaga surya atau bahkan di daerah-daerah yang memang aliran sungainya baik. Kami juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)" sebut dia.

"Kedepan sebenarnya kebutuhan dari masyarakat di daerah-daerah tersebut adalah bagaimana mereka mendapatkan benefit tambahan dari akses telekomunikasi yang dihadirkan,” pungkas Limoa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.