Akurat Logo

Pertamina Energy Hackathon 2.0 Selesai, Ini Inovasi Para Pemenang

Test User Satu | 26 Agustus 2019, 19:50 WIB
Pertamina Energy Hackathon 2.0 Selesai,  Ini Inovasi Para Pemenang

AKURAT.CO, Ajang Pertamina Energy Hackathon (PEH) 2.0 yang digelar pada 24-25 Agustus 2019 telah selesai. Setelah 24 jam non stop bergelut dengan barisan script coding dan berbagai hal teknis lainnya, para pemenang berhak memboyong total hadiah ratusan juta rupiah.

Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Informatika ITB angkatan 2016, yaitu Ilham Firdausi (19), Restu Kartiko (21), dan Hafizh Budiman (21) terpilih menjadi jawara PEH 2.0 dengan inovasi PertaVision. Inovasi ini diciptakan untuk profiling konsumen SPBU Pertamina dengan cara yang sangat mudah, dengan memaksimalkan fungsi CCTV untuk melakukan scan plat nomor kendaraan.

Iham mengatakan selama ini CCTV Pertamina hanya menyimpan dokumentasi operasional SPBU sehari-hari dan tidak mendata apa saja tipe mobil konsumen. Pihaknya mengintegrasikan verifikasi computer vision di CCTV untuk mendeteksi plat nomor konsumen dengan aplikasi MyPertamina.

"Jadi di sini kita memanfaatkan computer vision untuk mendapatkan data-data lebih yang didapat dari plat nomor kendaraan untuk identifikasi pemilik kendaraan tersebut,” ujarnya seperti dilansir laman resmi Pertamina, Senin (26/8/2019) .

Aplikasi sistem pendeteksi ini nantinya dapat membantu decision making marketing Pertamina untuk lebih dekat dengan karakter para pelanggan setianya. Sementara itu, tim Machine Vision asal Surabaya yang meraih juara dua menciptakan Overall Effectiveness Equipment (OEE) untuk Pertamina EP Asset 5.

Tim yang beranggotakan Harista Agam (23), Alfiansyah Wikananda (23), Ridlo (24), dan Simson (24) ini memanfaatkan OEE untuk memonitor pendataan produksi pompa angguk pertambangan onshore Pertamina yang masih diawasi secara manual agar dapat terintegrasi secara digital.

“Kami ingin memadukan teknologi yang dimiliki sehingga memberikan dampak yang sangat besar jika dikumulatifkan. Inovasi ini akan sangat membantu pendataan tingkat produksi, efisiensi dan kemungkinan benefit dari Pertamina sendiri dari segi pertambangan,” beber Agam.

Juara ketiga diraih tim D’Kletz yang beranggotakan empat mahasiswa angkatan 2016 Teknik Informatika ITB, yakni Gery (21), Steven (21), Fahmi (20), dan Joseph (21). Berangkat dari keingintahuan mengenai behavior pelanggan, mereka menggagas aplikasi PertaPlus yang memudahkan pelanggan saat membeli bensin di SPBU.

Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk membeli berbagai keperluan di Bright Store langsung melalui aplikasi MyPertamina, dengan melakukan pre-order sesaat sebelumnya. Adapun identifikasi pelanggan juga melalui computer vision dengan data plat nomor kendaraan.

“Jika pelanggan dengan pelat nomor tersebut sudah tiba di SPBU, maka staf Bright akan mendapat notifikasi dan langsung mengantar barang-barang yang sudah dipesan sebelumnya langsung ke pintu pelanggan,” pungkas Gery.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.