Akurat Logo

Kontroversi FaceApp Belum Selesai, Aplikasi Palsunya Ancam Infeksi Perangkat Pengguna

| 22 Juli 2019, 13:32 WIB
Kontroversi FaceApp Belum Selesai, Aplikasi Palsunya Ancam Infeksi Perangkat Pengguna

AKURAT.CO, Viralnya aplikasi FaceApp dalam beberapa pekan terakhir dimanfaatkan penjahat siber. Kaspersky baru-baru ini mengidentifikasi adanya aplikasi palsu yang dirancang untuk menipu pengguna dengan cara mencatut sertifikat FaceApp.

Dilansir dari Times Now, Senin (22/7), modus yang dilakukan adalah menginfeksi perangkat pengguna dengan modul adware yang disebut MobiDash. Menurut data Kaspersky, sekitar 500 pengguna telah menjadi korban dari aplikasi palsu itu dalam dua hari terakhir.

Setelah aplikasi palsu itu diunduh dari sumber tidak resmi dan diinstal, modul berbahaya dalam aplikasi memasuki perangkat pengguna secara diam-diam dan menampilkan iklan.

"Orang-orang di balik MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer," kata Igor Golovin, Peneliti Keamanan Kaspersky dalam sebuah pernyataan.

Igor menambahkan bahwa kegiatan FaceApp versi palsu artinya terus meningkat. Terlebih jika berbicara tentang ratusan target yang terkena dampaknya hanya dalam beberapa hari saja.

"Kami mendesak pengguna untuk tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi dan menginstal solusi keamanan pada perangkat mereka untuk menghindari kerusakan," kata Alvin Rodrigues, Direktur Senior, Ahli Strategi Keamanan Forcepoint yang juga bereaksi terhadap masalah ini.

Aplikasi FaceApp pertama kali diluncurkan untuk iOS pada Januari 2017 dan untuk Android pada Februari 2017. Dikembangkan oleh Wireless Lab, sebuah perusahaan bermarkas di St. Petersburg, Rusia.

FaceApp dikhawatirkan mengancam keamanan privasi dari pengguna aplikasi ini. Aplikasi editor wajah itu diduga mengambil informasi pribadi yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.