Akurat Logo

Apple Angkut 600 Ton iPhone dari India ke AS untuk Hindari Tarif Tinggi

Petrus C. Vianney | 16 April 2025, 19:15 WIB
Apple Angkut 600 Ton iPhone dari India ke AS untuk Hindari Tarif Tinggi

AKURAT.CO Apple dikabarkan mengirimkan 600 ton atau sekitar 1,5 juta unit iPhone dari India ke Amerika Serikat (AS) melalui penerbangan kargo. Langkah ini diambil untuk menghindari kenaikan tarif impor dari China yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Apple memanfaatkan fasilitas produksinya di India dan mempercepat ekspor untuk menghindari tarif impor baru dari China yang mencapai 125 persen. Sementara itu, tarif impor dari India hanya sekitar 26 persen, meskipun ada penundaan selama 90 hari.

Apple bekerja sama dengan otoritas Bandara Chennai, India, untuk mempercepat proses bea cukai dari 30 jam menjadi hanya enam jam. Proses ini dilakukan melalui jalur cepat atau green corridor, mirip dengan sistem yang sebelumnya digunakan Apple di China.

Sejak Maret, sekitar enam pesawat kargo berbobot 100 ton masing-masing telah digunakan untuk mengirim iPhone dari India. Pengiriman ini mencakup berbagai model, termasuk iPhone 14, iPhone 15 dan iPhone 16.

Produksi iPhone di India juga ditingkatkan sebesar 20 persen, termasuk perpanjangan jam kerja di pabrik Foxconn hingga hari Minggu, yang biasanya merupakan hari libur. Foxconn diketahui memproduksi sekitar 20 juta iPhone di India tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, Senin (14/4/2025), keputusan ini menunjukkan strategi Apple untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam produksi iPhone.

Data menunjukkan ekspor iPhone dari Foxconn India ke AS melonjak tajam, mencapai nilai $770 juta (sekitar Rp12,9 triliun) pada Januari dan $643 juta (sekitar Rp10,7 triliun) pada Februari 2025.

India kini menjadi negara penting dalam rantai pasok Apple, dengan tiga pabrik aktif dan dua lagi dalam pembangunan, dikelola oleh Foxconn dan Tata sebagai mitra utama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.