Akurat Logo

Banyak Belanja Online, Lion Parcel Catat Peningkatan Tonase Pengiriman hingga 40% Selama Ramadan

Leo Farhan | 16 Mei 2024, 19:45 WIB
Banyak Belanja Online, Lion Parcel Catat Peningkatan Tonase Pengiriman hingga 40% Selama Ramadan

AKURAT.CO Lion Parcel (PT Lion Express), perusahaan jasa ekspedisi di Indonesia mencatat terjadinya peningkatan tonase pengiriman hingga 40% pada periode Ramadan 2024 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Adanya peningkatan ini seiring dengan tingginya belanja online untuk memenuhi kebutuhan puasa dan persiapan lebaran.

Adapun komoditas dengan pengiriman terbanyak adalah produk fesyen di mana arus pergerakan barang masih didominasi kota-kota besar. Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel menjelaskan kinerja positif Lion Parcel tidak terlepas dari tren belanja online yang selalu meningkat signifikan di momen Ramadan hingga menjelang Lebaran.

"Perilaku masyarakat yang semakin terbentuk mengandalkan teknologi turut mendorong pertumbuhan industri logistik sebagai enabler transaksi online. Berbagai program dan inovasi yang dihadirkan Lion Parcel juga turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja positif perusahaan," ungkap Kenny.

Dari sisi operasional, tepat sebelum memasuki bulan Ramadan, Lion Parcel telah menempati mega hub sebagai infrastruktur baru yang dapat mendukung alur distribusi barang menjadi lebih cepat dan efisien. Penambahan armada juga dilakukan guna mengantisipasi lonjakan pengiriman agar tetap memberikan layanan pengiriman yang tepat waktu bagi pelanggan.

"Dengan strategi dan persiapan yang dilakukan, Lion Parcel berhasil tetap memberikan layanan yang baik bagi pelanggan, terbukti dapat menjaga tingkat Service Level Agreement (SLA) di atas 96%. Selain itu, Lion Parcel juga menghadirkan berbagai program dan layanan untuk menarik pelanggan," terang Kenny.

Terbaru, Lion Parcel meluncurkan metode pembayaran COD Ongkir yang memungkinkan pelanggan membayar ongkos kirim saat menerima barang. Hadirnya layanan COD Ongkir ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan para online seller yang berjualan di platform non-marketplace dan kesulitan untuk memikirkan urusan logistik, seperti perhitungan biaya ongkos kirim, proses pengiriman, hingga menerima pembayaran ongkos kirim.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.