Instagram Uji Fitur Baru Melawan Pelecehan Seksual

AKURAT.CO Instagram telah mengumumkan rencana untuk menguji fitur baru guna melawan praktik pelecehan seksual yang semakin meningkat di platform tersebut.
Alat tersebut yang akan diuji dalam beberapa minggu mendatang, termasuk fitur 'perlindungan ketelanjangan' yang akan secara otomatis mengaburkan gambar telanjang dalam pesan langsung, terutama untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.
Selain itu, Instagram juga akan menguji pop-up yang memberikan dukungan kepada calon korban serta langkah-langkah lainnya untuk melawan praktik ini yang semakin meresahkan.
Pemerintah di berbagai negara telah mengingatkan tentang ancaman pemerasan seks terhadap generasi muda, yang sering melibatkan pengiriman foto telanjang dan ancaman untuk membagikannya secara publik jika korban tidak mematuhi tuntutan pemeras.
Baca Juga: Instagram - Threads Down, Ribuan Pengguna Alami Gangguan
Dikutip dari Bbc.com, Jumat (12/4/2024), Instagram mengungkapkan bahwa sebagian besar pemerasan seks yang terjadi di platformnya melibatkan geng kriminal yang mencari keuntungan finansial.
Mereka menegaskan bahwa sistem perlindungan ketelanjangan mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi gambar telanjang dalam pesan dan memberi pengguna opsi untuk melihatnya atau tidak.
Meskipun demikian, Instagram menegaskan bahwa sistem ini tidak secara otomatis melaporkan gambar telanjang ke perusahaan dan memberikan pengguna opsi untuk memblokir dan melaporkan akun yang mencurigakan.
Selain itu, Instagram juga akan menerapkan langkah-langkah untuk mendeteksi tanda-tanda bahwa pengguna dapat menjadi pelaku pemerasan seks dan mempersulit mereka untuk berinteraksi dengan orang lain.
Instagram juga berencana untuk membagikan lebih banyak data untuk melawan pemerasan seks dan pelecehan anak melalui inisiatif yang disebut Lantern.
Pengumuman ini datang pada saat WhatsApp, platform lain dari Meta, mengurangi usia minimum di Inggris dan Eropa dari 16 menjadi 13 tahun.
Meskipun keputusan ini mendapat kritik dari sejumlah pihak yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap anak-anak, WhatsApp menyatakan bahwa pengguna, termasuk remaja, memiliki kendali atas siapa yang mereka interaksi di platform tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







