Tiongkok Larang Penggunaan Chip Intel, AMD dan Perangkat Lunak Asing di Komputer Pemerintah

AKURAT.CO - Tiongkok telah mengumumkan pedoman baru yang mengarah pada penghapusan chip mikroprosesor AS dari Intel dan AMD dari PC dan server pemerintah. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye untuk lebih mengandalkan teknologi dalam negeri.
Pedoman pengadaan baru juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan sistem operasi Microsoft Windows dan perangkat lunak database asing, dengan lebih memilih opsi dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan inisiatif untuk menggunakan teknologi lokal yang sedang diterapkan di banyak perusahaan milik negara.
Kebijakan baru ini merupakan langkah signifikan dalam upaya Tiongkok untuk menggantikan teknologi asing dengan produk dalam negeri dan mencerminkan dinamika ketegangan antara Tiongkok dan AS. Sebelumnya, AS telah memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok atas alasan keamanan nasional.
Baca Juga: Tiongkok Wajibkan Pengembang Pasang CCTV di Lokasi Proyek, Ini Sebabnya
Dikutip dari Ft.com, Selasa (26/3/2024), pedoman ini dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi pada akhir Desember tahun lalu, dan sekarang telah diadopsi oleh sejumlah kota di Tiongkok.
Tiongkok juga telah mengeluarkan daftar pertama prosesor dan sistem operasi yang dianggap aman dan andal oleh lembaga pengujian negara. Di antara prosesor yang disetujui adalah chip dari perusahaan Tiongkok seperti Huawei dan Phytium.
Langkah ini diharapkan akan memperkuat industri teknologi Tiongkok, tetapi juga dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan AS seperti Intel, AMD dan Microsoft yang memiliki pangsa pasar yang signifikan di Tiongkok.
Kebijakan ini telah menimbulkan tantangan bagi pembeli pemerintah yang sekarang diharuskan untuk memilih opsi dalam negeri daripada produk asing. Meskipun demikian, beberapa pembelian komputer dengan prosesor asing dan sistem operasi Microsoft Windows masih dapat dilakukan dengan persetujuan khusus.
Langkah ini juga mengisyaratkan bahwa Tiongkok sedang mempercepat upayanya untuk mandiri dalam sektor teknologi, terutama di sektor militer, pemerintahan dan industri kunci lainnya.
Perkiraan menunjukkan bahwa Tiongkok akan mengalokasikan investasi besar untuk menggantikan infrastruktur TI asing dengan produk dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







