Akurat Logo

Google: AI Adalah Peluang Besar Untuk Masa Depan

Petrus C. Vianney | 21 Oktober 2023, 19:51 WIB
Google: AI Adalah Peluang Besar Untuk Masa Depan

AKURAT.CO - Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi fokus perbincangan global. Menurut eksekutif puncak Google, AI adalah 'terlalu penting untuk tidak dilakukan dengan benar'. Matt Brittin, Presiden Google Eropa, Timur Tengah dan Afrika, berbicara tentang potensi besar AI dalam berbagai industri.

Google telah mengumumkan kemitraan penelitian dengan Universitas Cambridge, di mana mereka akan mendukung Pusat AI yang Terinspirasi Manusia. Pusat ini akan menjadi tempat bagi akademisi dan ilmuwan dari Cambridge dan Google untuk bekerja sama dalam bidang seperti robotika, perawatan kesehatan dan perubahan iklim.

Kemitraan ini muncul menjelang KTT keselamatan AI di Inggris yang menarik perhatian para pemangku kepentingan di industri ini. Semakin banyak negara berupaya merancang regulasi untuk AI yang berkembang pesat.

"Jika kita melakukannya dengan benar, akan ada terobosan besar di bidang kesehatan, potensi energi bersih yang tidak terbatas dan masyarakat di mana setiap orang mempunyai peluang melalui pendidikan dan alat-alat yang canggih dan cerdas," kata Matt Brittin, dikutip Akurat.co dari Bbc.com, Rabu (18/10/2023). 

Baca Juga: Benarkah AI Mampu Prediksi Gempa Bumi? Ini Penjelasannya

Zoubin Ghahramani, Wakil Presiden Penelitian di Google DeepMind dan Profesor Teknik Informasi di Universitas Cambridge, menyoroti peran AI dalam mengatasi masalah iklim, termasuk penggunaannya untuk mengoptimalkan rute penerbangan guna mengurangi dampak lingkungan.

Google telah lama berkomitmen pada keberlanjutan dengan upaya untuk mengurangi konsumsi energi dan biaya di pusat data mereka. Mereka telah menjadi pembeli energi terbarukan terbesar di dunia dan berupaya menuju energi bebas karbon pada tahun 2025 di Inggris.

Namun, ada keprihatinan tentang dampak lingkungan dari perkembangan AI yang beberapa sebut sebagai industri ekstraktif besar di abad ke-21. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa sektor AI bisa menggunakan energi setara dengan negara seukuran Belanda, sehingga penggunaan AI harus dipertimbangkan dengan bijak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.