Mau Dunia Nyata atau Media Sosial, Tata Krama Berlaku Selamanya!

AKURAT.CO Menipisnya kesopanan dan kesantunan menjadi salah satu tantangan budaya digital. Individu yang cakap digital harus ingat adanya tata krama dalam berinternet.
"Tata krama itu ada dan bisa berlaku selamanya, karena ini mengatur interaksi kita yang benar kepada orang lain, khususnya mengatur diri kita bersikapyang baik," kata Ketua Umum Relawan TIK Jawa Timur, Novianto Puji Raharjo, S.Kom, M.I.Kom saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (30/9/2022).
Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.
Kemudian, tantangan budaya digital lainnya adalah kebudayaan Indonesia seakan menghilang. Sekarang ini dunia digital masih menjadi panggung media asing. Alhasil, banyak netizen Indonesia lebih senang mengonsumsi budaya-budaya luar, seperti Korea Selatan dan lain sebagainya.
Novianto menjelaskan, menghargai kebudayaan sendiri dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah atau keluarga. Setiap individu harus mencintai budaya yang sudah diwariskan turun menurun dari nenek moyang. Orangtua bisa menjadi teladan bagi anak-anak dalam penerapan budaya.
"Bagi orang yang sudah tua kadang los dol, tidak memegang teguh, karena menganggap orang dulu itu kolot. Orang zaman dulu tidak bisa menerima moderenisasi. Moderen bukan berarti tidak punya tata krama. Moderen bukan berarti kita harus meninggalkan budaya yang lalu,†kata Novianto.
Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.
Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.
Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pengusaha, Digital Trainer, dan Graphologist, Diana Aletheia Balienda. Kemudian Ketua Umum Relawan TIK Jawa Timur, Novianto Puji Raharjo, S.Kom, M.I.Kom, serta mengundang Ketua Relawan TIK Jember, Erlina Dwi Nahzdifah, S.Kom.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




