Akurat Logo

Mengenal Green House, Pengering Kopi Ramah Lingkungan Ala Tim PPM SITH ITB

Muhammad Ghifani Ramadifa | 2 November 2021, 20:40 WIB
Mengenal Green House, Pengering Kopi Ramah Lingkungan Ala Tim PPM SITH ITB

AKURAT.CO Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB mendesain bangunan Green House (GH) pengering kopi. Desain tersebut mereka buat sebagai upaya untuk membantu Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis dalam penerapan aplikasi teknologi pascapanen. 

Ketua Tim PPM SITH Yayat Hidayat menjelaskan, pengering GH yang dirancang merupakan bangunan pengering berenergi surya. Memanfaatkan efek rumah kaca yang terjadi karena adanya penutup transparan pada dinding bangunan serta plat absorber sebagai pengumpul panas untuk menaikkan suhu udara ruang pengering.

"Prinsip rancangan GH adalah hemat energi dan ramah lingkungan disingkat 'Herang' (Energy Efficient Environment Friendly). Artinya bahwa dalam pembangunan GH harus efektif dan efisien menggunakan bahan-bahan yang murah serta aman bagi ligkungan," kata Yayat, dikutip dari laman resmi ITB. 

Yayat juga menjelaskan jika bangunan GH pengering Herang dirancang berukuran 11m x 4m dan memiliki tinggi 2m. Untuk konstruksi bangunannya menggunakan bahan-bahan nonlogam dan ramah lingkungan. Atap dan dindingnya terbuat dari plastik UV, serta rak jemur untuk kopinya dibuat bertingkat supaya bisa menjalankan sistem pengeringan berotasi.

"Secara garis besar bangunan pengering terdiri dari dua bagian yaitu bangunan beratap dan bangunan yang tidak beratap. Alur proses pengeringan dimulai dari bangunan tidak beratap lalu masuk ke bangunan beratap. Bangunan pengering Herang ini pada prinsipnya dirancang dengan biaya murah dengan mengunakan bahan konstruksi bambu dan bersifat ramah lingkingan," ujar Yayat. 

Cara kerja GH ini, dengan menjebak panas di dalam ruangan GH dan mengeluarkan uap air yang terjebak di dalam ruangan GH. Dengan begitu proses pengeringan berjalan dengan baik, tidak menimbulkan efek cash harderning.

Biasanya udara yang tinggi akan membuat  proses penguapan air dari objek yang dikeringkan, dan uap air yang meninggalkan objek pengeringan menyebabkan meningkatnya kelembaban di dalam ruangan. Hal ini akan mengurangi efektivitas proses penguapan pada tahap selanjutnya. Olehnya karena itu, supaya proses penguapan tetap berlangsung dengan baik, kelembaban di dalam ruangan harus dijaga pada tingkat yang memadai. 

"Selama ini Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis belum memiliki fasilitas bangunan GH pengering kopi yang ideal, sehingga pengeringan buah kopi dilakukan dengan fasilitas apa adanya. Sudah tentu kualitas hasil pengeringan buah kopi masih rendah," kata Yayat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.