Akurat Logo

Teknologi Silver-Ion pada Cat Tembok yang Mampu Tangkal Virus

Faisal Hidayat | 8 Oktober 2020, 16:52 WIB
Teknologi Silver-Ion pada Cat Tembok yang Mampu Tangkal Virus

AKURAT.CO Kasus COVID-19 di Indonesia saat ini belum mereda. Data stastistik Worldometer Indonesia menempati di urutan ke-22 dari 216 negara dengan kasus infeksi COVID-19 tertinggi. Baru-baru ini disebutkan bahwa COVID-19 telah menyebar di unit terkecil masyarakat, yakni klaster keluarga. Adanya beragam aktivitas dari anggota keluarga saat di luar dan melakukan kontak dekat di rumah, membuat kasus klaster keluarga ini semakin meningkat.

Dokter spesialis paru RSU Adhyaksa dr. Ahmad Muslim Nazaruddin, Sp.P. FERS mengatakan selain droplet dan airborne, sentuhan tangan juga dapat menjadi perantara transmisi virus. Jika virus menempel pada gagang pintu, permukaan furniture, sakelar listrik, remote TV, handphone, atau tembok rumah dan kemudian tersentuh, lalu tangan tersebut memegang mata, hidung, atau mulut, maka virus akan masuk ke saluran tubuh.

Bahkan, khusus dinding atau tembok, dr. Ahmad mengatakan, virus corona dapat bertahan hidup dalam kisaran 2 jam hingga 9 hari. Hal tersebut bergantung pada suhu, kelembapan, dan paparan sinar matahari hingga sirkulasi udara pada ruangan.

Berbicara tembok, biasanya penghuni mengabaikan kebersihannya, padahal tembok adalah permukaan paling luas pada bangunan. Oleh karena itu, Nippon Paint kembangkan rangkaian cat/pelapis dengan SILVER-ION sebagai anti-mikroba dari Nippon Paint.

“Pengembangan teknologi Silver-Ion untuk Cat/Pelapis Anti-Mikroba Nippon Paint merupakan bentuk usaha kami dalam membantu penekanan penyebaran COVID-19 yang berisiko tinggi pada kesehatan manusia,” ungkap CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia, Jon Tan dalam keterangan pers kepada Akurat.co, Kamis (8/10).

Teknologi Silver-Ion

Tidak seperti cat silver-ion lainnya, Teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint telah diuji pada awal 2020 oleh Analytical Lab Group – laboratorium independen berstandar global terhadap Human Coronavirus, ATCC VR-740, strain 229E. Hasil tes menunjukan efektivitas 99,9 persen mematikan virus tersebut setelah kontak dengan lapisan cat yang mengandung teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint ini.

Teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint. DOKUMEN

ALG (Analytical Lab Group) merupakan pemimpin industri labolatorium global dengan standar FDA dan EPA di Amerika Serikat. ALG adalah laboratorium independen dan khusus melakukan pengujian pencegahan infeksi untuk anti-mikroba, farmasi, peralatan medis, bioteknologi dan fasilitas perawatan kesehatan.

Teknologi Silver-Ion dari Nippon Paint telah hadir pada serangkaian cat kesehatan seperti Nippon Spot-less Plus, Vinilex Anti-Kuman dan yang terbaru Nippon Paint VirusGuard sebagai cat anti-virus pertama di Indonesia.

Cara kerja Silver-Ion dari Nippon Paint diformulasikan secara khusus sebagai anti virus dan anti bakteri dengan tahapan: penetrasi ke dalam virus atau bakteri, menghentikan reproduksi, mematikan metabolisme, lalu menghancurkan mikroorganisme tersebut. Daya antimikroba pada Silver-Ion dari Nippon Paint ini bertahan lama sehingga senyawa ini efektif dalam melawan kuman.

Tangkal berbagai macam virus

Selain Human Coronavirus (strain 229E), Silver-Ion milik Nippon Paint ini juga efektif dalam membasmi virus influenza A (H1N1 dan H3N2), penyakit tangan, kaki dan mulut (Hand Foot Mouth Diseases / HFMD), dan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, serta MRSA.

Rangkaian cat kesehatan dengan Silver-Ion dari Nippon Paint ini aman bagi keluarga dan ramah lingkungan, rendah VOC, tidak berbau, serta hadir dalam ratusan pilihan warna. Sangat direkomendasikan untuk ruangan interior seperti rumah, klinik/rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel hingga perkantoran.

“Teknologi Silver-Ion dalam produk Nippon Paint bukanlah zat aditif (penambah) seperti cat lainnya, tetapi terformulasi khusus dalam bahan cat. Jadi tidak sama dengan silver ion lainnya, Silver-Ion dalam produk Nippon Paint ini tetap bekerja aktif anti-virus dan anti-bakterinya selama lapisan cat menempel di dinding,” pungkas Jon Tan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.