Kena Tipu Online Shop? Jangan Panik, Begini Cara Lapor Polisi

AKURAT.CO Belanja melalui online shop menawarkan kemudahan bagi konsumen. Namun, transaksi daring juga memiliki risiko, termasuk penipuan seperti barang yang tidak dikirim setelah pembayaran, akun penjual tiba-tiba menghilang, hingga toko palsu yang menawarkan produk dengan harga tertentu.
Jika mengalami kondisi tersebut, konsumen dapat menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kepada kepolisian.
Agar laporan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti, korban perlu menyiapkan kronologi serta bukti transaksi secara lengkap.
Dasar Hukum Penipuan Online
Penipuan dapat dijerat dengan ketentuan pidana yang berlaku. Dalam konteks penipuan, salah satu ketentuan yang selama ini dikenal adalah Pasal 378 KUHP lama.
Sementara KUHP nasional melalui UU Nomor 1 Tahun 2023 mulai berlaku pada 3 Januari 2026 dan mengatur tindak pidana penipuan dalam Pasal 492.
Selain itu, transaksi elektronik juga memiliki ketentuan tersendiri. Pasal 28 ayat (1) UU ITE mengatur mengenai perbuatan menyebarkan informasi bohong atau menyesatkan yang mengakibatkan kerugian materiel bagi konsumen dalam transaksi elektronik.
Penerapan pasal dalam suatu perkara bergantung pada fakta dan hasil penyidikan. Karena itu, korban tidak perlu menentukan sendiri pasal yang akan dikenakan saat membuat laporan.
Bukti yang Perlu Disiapkan
Sebelum mendatangi kantor polisi, korban sebaiknya mengumpulkan seluruh bukti yang berkaitan dengan transaksi.
1. Percakapan dengan Penjual
Simpan percakapan melalui WhatsApp, email, Telegram, media sosial, atau fitur pesan di marketplace.
Pastikan tangkapan layar memperlihatkan konteks percakapan, identitas akun, nomor telepon, serta informasi transaksi yang relevan.
2. Bukti Pembayaran
Siapkan bukti transfer bank, pembayaran melalui e-wallet, atau metode pembayaran lainnya. Bukti tersebut penting untuk menunjukkan adanya transaksi dan kerugian yang dialami.
3. Identitas dan Informasi Akun Penjual
Catat nama toko, nama akun, nomor rekening, nomor telepon, alamat email, tautan profil, serta informasi lain yang diketahui mengenai penjual.
4. Informasi Produk
Simpan halaman produk, foto, deskripsi barang, harga, serta janji atau keterangan penjual mengenai pengiriman barang.
5. Kronologi Kejadian
Buat kronologi secara runtut, mulai dari menemukan toko, melakukan komunikasi, melakukan pembayaran, hingga mengetahui bahwa transaksi bermasalah.
Baca Juga: Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






