Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Diperberat, Pelaku Bisa Masuk Kategori 'Terorisme Ekologi’

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti pada upaya pemadaman.
Ia mendorong adanya penguatan aturan dan sanksi hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran.
Salah satu opsi yang diminta untuk dikaji adalah menggolongkan pembakaran hutan dan lahan sebagai “terorisme ekologi”.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan bencana dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dalam rapat itu, Prabowo menerima laporan mengenai kondisi karhutla sekaligus langkah mitigasi untuk menghadapi periode yang masih dinilai rawan dalam sekitar satu setengah bulan ke depan.
Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengkaji kembali ketentuan hukum yang dapat diterapkan terhadap pelaku pembakaran.
“Saya katakan itu coba nanti Mensesneg dengan Menteri Hukum didalami supaya masalah sanksi-sanksi hukumnya, mungkin undang-undangnya kita minta ke DPR untuk diperberat bahwa ini kita golongkan terorisme ekologi. Ini sangat serius,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, penguatan aturan diperlukan karena dampak karhutla tidak hanya dirasakan di wilayah yang mengalami kebakaran. Asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu negara-negara tetangga.
Pemerintah, kata Prabowo, telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengendalikan persoalan tersebut.
“Kita sudah bekerja maksimal untuk mitigasi masalah-masalah ini,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Target Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







