ST Burhanuddin Minta Jaksa Tak Jadi Pandemi Organisasi

AKURAT.CO, Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta seluruh jaksa di Indonesia menjaga marwah kejaksaan, meningkatkan citra institusi, dan meningkatkan public trust dari masyarakat.
Karena itu Jaksa Agung berpesan kepada pimpinan satuan kerja agar menjadi pemimpin yang mampu memberikan contah ketauladanan yang baik sehingga dapat menjaga kehormatan profesi dan institusi.
“Jangan menjadi pandemi organisasi yang membawa dan menularkan sifat-sifat buruk dengan memberikan contoh perbuatan tercela kepada anggotanya,” kata Jaksa Agung ketika membuka Munas PJI secara virtual, Jumat (17/12/2021).
Munas bertema “Menjaga Kehormatan Profesi dan Institusi” sangat relevan dalam menjawab tantangan dan situasi saat ini.
Jaksa Agung menyampaikan dalam menjaga kehormatan profesi dan institusi setidaknya ada dua hal yang harus sama-sama dipahami bersama.
Pertama, kata Jaksa Agung, tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat dihindari jika memiliki integritas yang merupakan sebuah pondasi dan nilai utama dalam membentuk kepribadian seorang Jaksa menjadi lebih baik dan berbudi.
“Karena integritas adalah wujud dari keutuhan prinsip moral dan etika,” tutur dia.
Dengan menjaga integritas maka marwah Kejaksaan akan terjaga dan dapat meningkatkan kepercayaan publik dari masyarakat.
Namun, torehan prestasi penegakan hukum yang telah dicapai kejaksaan dan sudah mulai dilihat masyarakat akan dengan mudah tenggelam dengan adanya perbuatan-perbuatan tercela oknum Kejaksaan.
“Karena Jaksa yang pintar tanpa integritas sangat berbahaya bagi institusi. Ia akan melacurkan ilmunya dan menggadaikan jabatannya untuk sebuah keuntungan pribadi yang tidak sah,” ungkap Jaksa Agung.
Oleh karena itu seperti sering disampaikannya jika dirinya tidak membutuhkan Jaksa yang pintar tetapi tidak bermoral dan juga tidak butuh Jaksa yang cerdas tetapi tidak berintegritas.
“Yang saya butuhkan para Jaksa yang pintar dan berintegritas. Profesionalitas seorang Jaksa akan sempurna jika dapat menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan integritas,” tegas Jaksa Agung.
Sedankan yang kedua, mampu membaca arah kebijakan pimpinan. Dimana sebagai jaksa dalam menjaga kehormatan profesi dan institusi harus memahami segenap aturan dan etika berorganisasi serta membaca arahan-arahan yang disampaikan pimpinan.
Arah kebijakan pimpinan, ucap Jaksa Agung, sebagian besar telah dituangkan dalam peraturan internal, baik berupa Peraturan Kejaksaan, Pedoman, Instruksi, Surat Edaran, dan lain sebagainya.
“Baca dan pelajari aturan-aturan tersebut secara saksama serta pahami maksud dan tujuan dikeluarkannya aturan tersebut. Banyak Jaksa salah melangkah karena tidak mampu membaca arah kebijakan pimpinan. Karena itu jangan segan minta petunjuk dan perbanyak ruang diskusi bersama,” ucapnya.
Dalam Munas PJI 2021, Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (JAM Was) Amir Yanto terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) priode 2022-2024 dalam Musyawarah Nasional PJI yang berlangsung selama satu hari, Kamis (16/12).
Amir Yanto menggantikan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi yang telah dua tahun menjadi Ketua Umum PJI priode 2019-2021. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




