Ria Ricis Bukan Diancam Penyebaran Foto Video Syur, Polisi: Tapi Dokumen Pribadi

AKURAT.CO Polda Metro Jaya telah mengamankan seorang pria berinisial AP (29), pelaku pengancaman dan pemerasan Rp 300 Juta terhadap artis Ria Ricis. Pelaku ditangkap di rumahnya di kelurahan Cipayung, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan ancaman yang diterima oleh Ria Ricis tak terkait dengan penyebaran foto dan video syur, melainkan dokumen pribadi dalam bentuk foto dan video.
"Berdasarkan keterangan korban, ancaman penyebaran dokumen pribadi oleh si pengancam ini bukan berupa foto atau video syur," kta Ade Ary di Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga: Polisi Amankan Pelaku Pemerasan Ria Ricis, Terancam Kurungan Penjara hingga 8 Tahun
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan motif AP melakukan pengancaman dan pemerasan karena faktor ekonomi.
Dalam aksinya, AP meretas ponsel milik Ria Ricis yang berisi dokumen elektronik berupa foto dan video. Dokumen tersebut kemudian dipakai pelaku untuk mengancam Ricis.
"Dokumen elektronik pribadi milik korbannya ini digunakan untuk melakukan pengancaman kepada korbannya. Yang dilakukan melalui perantara manager ataupun asisten korban untuk meminta korbannya memberikan uang sebesar Rp 300 Juta terhadap tersangka," tuturnya.
Sebelumnya, Ria Ricis melapor ke Polda Metro Jaya setelah diduga menjadi korban pemerasan. Bahkan, dirinya mengaku diancam akan disebarkan foto dan video pribadi miliknya jika tidak dituruti.
Ade Ary menjelaskan, Ria Ricis mengaku dihubungi oleh seseorang bernama Jacky dan diminta uang Rp 300 Juta agar foto dan videonya tak disebar. "Disebutkan nomor rekeningnya di ancaman itu ke nomor rekening atas Nama Jacky," tuturnya.
AP akan dikenakan tindak pidana pengancaman melalui media elektronik dan atau mengakses sistem elektronik milik orang lain tanpa ijin (dengan cara melawan hak), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27B ayat (2) jo Pasal 45 dan/ atau Pasal 30 ayat (2) jo Pasal 46 dan/ atau Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Dengan ancaman penjara maksimal delapan tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








