Kronologi Lengkap Oknum Petugas Damkar Cabuli Anak Kandungnya yang Berusia 5 Tahun
Dwana Muhfaqdilla | 22 Maret 2024, 23:30 WIB

AKURAT.CO Kasus oknum petugas kebakaran (damkar) berinisial SN, diduga mencabuli anak kandungnya yang masih berusia lima tahun, terus menemukan titik terang.
Ibu korban sekaligus mantan istri pelaku, P, menceritakan kronologis kejadian yang berujung pada aksi tak senonoh yang dilakukan sang suami. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya.
Berikut kronologi selengkapnya:
- 31 Januari 2024, 01.30 WIB
Lewat ibunya, pelaku mengirimkan voice note kepada anaknya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
Anaknya pun merasa sedih, karena dirinya dan sang ibu tidak pernah berkomunikasi lagi dengan pelaku selama sekitar satu tahun. Selanjutnya, pelaku meminta video call dan meminta izin membawa sang anak untuk menginap di rumahnya.
- 31 Januari 2024, 21.00 WIB
Pelaku menjemput anaknya di depan BSD, kemudian membawa ke rumahnya di Kawasan Cilangkap, Jakarta Timur.
- 1-3 Februari 2024
Korban menginap di rumah pelaku selama tiga hari. Bahkan pelaku sempat membawa anaknya nongkrong di salah satu coffee shop di daerah Ceger.
Sang ibu belum menaruh curiga karena selalu memantau anaknya dengan video call. Selain itu, P merasa aman karena sudah memberikan anaknya handphone, untuk melacak keberadaan sang anak.
- 4 Februari 2024 pukul 18.00 WIB
Sang ibu mencoba menjemput korban di Cilangkap. Namun, pelaku menyuruh P untuk menjemput anaknya di depan gang, bukan rumah pelaku.
Setelah itu, dikarenakan jalanan macet, sang ibu meminta pelaku untuk bertemu di pom bensin. Namun, saat bertemu, sang anak malah memunculkan gelagat aneh dengan menyebut kangen kepada ibunya sambil meneteskan air mata.
Meski demikian, sang ibu masih berpikir positif anaknya memang kangen karena sudah tidak bertemu beberapa hari. Mereka pun memutuskan untuk pulang.
Kemudian, pada perjalanan pulang menuju BSD, anaknya sempat meminta ganti popok. Saat celana anaknya dibuka, ibundanya kaget karena banyak luka bentol-bentol melenting.
Saat itu anaknya terus mengeluh gatal dan perih, sembari memegang alat kelamin dan menangis histeris.
Sempat tak mau dipegang sama sekali, akhirnya P memutuskan untuk membuka popok anaknya. Kemudian ia merasa shock, sebab terdapat luka lecet pada kelamin anaknya.
Melihat kondisi anaknya seperti itu, sang ibu bergegas membawa anaknya ke klinik. Kemudian klinik menyarankan sang ibu untuk membawa anaknya ke Rumah Sakit Poli S
spesialis anak, pasalnya alat di klinik kurang lengkap.
- 5 Februari 2024 00.00 WIB
Dikarenakan sudah larut malam, akhirnya sang ibu dan anaknya memutuskan untuk pulang. Meskipun sang anak masih mengeluhkan sakit dan menangis saat pipis.
- 5 Februari 2024 Pagi
Akhirnya, sang ibu membawa anaknya ke bagian spesialis anak RS Kawasan Karawaci. Dokter pun mengkonfirmasi bahwa benar memang ada luka gesekan yang diakibatkan suatu benda masuk ke dalam.
Sang ibu pun disarankan ke dokter spesialis obgyn atau kesehatan reproduksi wanita, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mengikuti saran dokter, sang ibu langsung membawa anaknya ke RS di kawasan Gading Serpong. Pada saat diperiksa, dokter langsung meminta sang ibu untuk bersabar.
Kemudian sang ibu disarankan untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya untuk divisum. Sebab, sang dokter membuktikan memang ada luka robekan sekitar 2-3 hari yang lalu.
Selanjutnya, anaknya selalu ditanyakan dengan berhati-hati dan tidak spesifik, terhadap apa yang dialaminya 2-3 hari yang lalu. Sang anak pun memberikan jawaban yang mengarah ke tindakan pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya.
- 6 Februari 2024
Sang ibu langsung melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya. Laporan ini pun akhirnya terdaftar pada 6 Februari 2024 pukul 00.16 WIB, dengan nomor: LP/B/723/8/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Selanjutnya, korban ditemani sang ibu dan neneknya menjalani visum di RS Sukanto Bhayangkara Polri Kramat Jati.
- 8 Februari 2024
Sang korban ditemani ibundanya menjalani pemeriksaan psikis dan obgyn di RS Polri.
- 19 Maret 2024
Sang ibu akhirnya memutuskan untuk mengangkat kejadian yang dialami anaknya ke media sosial dan viral. Sebab, tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian dalam penanganan kasus ini.
- 20 Maret 2024
Sang ibu mengunjungi KPAI. Kemudian diarahkan untuk datang ke Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan.
Di sini sang ibu dan anaknya mendapatkan bantuan dan perlindungan oleh kuasa hukum. Serta bantuan dari psikolog anak dari pusat perlindungan perempuan dan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







