Bareskrim Polri Tetapkan 3 WNA Asal China Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen Pabrik Nikel, 1 Orang Masih Buron

AKURAT.CO Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka warga negara asing (WNA) asal China dalam kasus pemalsuan dan penggelapan dilakukan oleh PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara (PT FBLN).
Ketiga tersangka tersebut adalah Wang Yuan alias Tony (status DPO), Cai Zhengyang alias Bruce dan Li Minghong selaku Direksi dan Komisaris PT FBLN yang ditunjuk oleh pemegang saham mayoritasnya yakni Zhenshi Holding Group Co., Ltd. dari Republik Rakyat Tiongkok.
Penetapan tersangka ini didasarkan pada laporan korban pemilik saham minoritas PT FBLN yang adalah warga Negara Indonesia, yang mengeluhkan telah dizolimi sejak tahun 2020.
Baca Juga: Aeon Store Buka Lowongan Kerja Posisi Management Trainee untuk Lulusan Sarjana
Kuasa Hukum Korban, Togi Pangaribuan menyampaikan, proses pelaporan polisi adalah langkah terakhir yang korban lakukan.
Sebab kewajiban kepada korban yang harus dibayarkan sebagai bagian dari penjualan saham perusahaan nikel PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara tidak pernah ditaati.
"Perkembangan sekarang adalah 3 WNA sudah dijadikan tersangka. Ada 1 WNA, Wang Yuan, yang tidak pernah mau hadir pemeriksaan sudah menjadi DPO," kata dalam pernyataannya, Kamis (1/2/2024).
Togi menjelaskan, berdasarkan pengakuan korban, Zhenshi dan PT FBLN memiliki kewajiban kepada pemegang saham minoritasnya, berupa pembayaran kewajiban bagi hasil penjualan bijih nikel.
Kewajiban ini ada di dalam perjanjian jual beli saham PT FBLN, ketika Zhenshi masuk menjadi pemegang saham dan berinvestasi di tahun 2011.
Baca Juga: Apa Manfaat Cuaca Panas bagi Pedagang Ikan?
Sejak tahun 2013 sampai saat ini kewajiban tersebut selalu ditangguhkan dengan berbagai alasan sehingga puncaknya sejak tahun 2020 pihak korban mulai dengan serius menanyakan hak milik mereka.
Alih alih membayar kewajiban tersebut, Zhenshi melalui para pegawainya yang ditempatkan di Indonesia melanjutkan memberikan berbagai macam alasan, utamanya bahwa ada utang sangat besar dari pemegang saham minoritasnya.
Ketika terus menerus ditagih oleh pemilik saham minoritasnya tentang nilai dan bukti hutang beserta kewajiban bagi hasil, pada bulan Maret 2022, ketiga tersangka kemudian menyampaikan dokumen dokumen hutang piutang yang diduga palsu.
Penggunaan dokumen dokumen palsu ini kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Desember 2022 dan pada akhirnya setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, pada tanggal 8 Desember 2023, Wang Yuan, Cai Zhengyang dan Li Minghong telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami berterima kasih kepada Kepolisian Nasional Republik Indonesia yang profesional dalam proses penyelidikan dan penyidikan dan yakin proses hukum akan berlanjut," jelas dia.
Untuk diketahui, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara itu sendiri adalah sebuah perusahaan pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) Nikel yang berlokasi di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Di mana pemegang saham mayoritasnya adalah Zhenshi Holding Group Co., Ltd dari Republik Rakyat Tiongkok.
Saat ini, pihak kepolisian akan memeriksa saksi saksi yang diperlukan, dan akan mengerahkan upaya lebih lanjut untuk dapat menangkap DPO atas nama Yuan agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









