Akurat Logo

Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Brigadir J Diminta Provos Matikan Sirine

Endra Prakoso | 7 November 2022, 15:05 WIB
Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Brigadir J Diminta Provos Matikan Sirine

AKURAT.CO, Ahmad Syahrul Ramadhan, sopir ambulans pengangkut jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hubabarat mengaku diperintahkan oleh salah satu anggota Provos untuk mematikan sirine saat memasuki Kompleks Polri Duren Tiga. 

Syahrul mengaku awalnya dirinya tidak mengetahui diminta untuk membawa jenazah.

"Masuk ke dalam kompleks, ada gapura di situ ada salah satu anggota Provos, lalu saya disetop, ditanya 'mau ke mana? dan tujuan apa?' Saya jelaskan 'permisi pak, saya dapat arahan dari kantor saya untuk jemput di titik lokasi, saya kasih tunjuk lihat. Lalu katanya 'ya sudah mas nanti lurus aja ikutin nanti diarahkan, minta tolong semua protokol ambulans dan sirine dimatikan'," tutur Syahrul dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022).

Setelah itu, dia memarkirkan mobil ambulans itu tepat di garasi rumah dinas Ferdy Sambo.

Saat itu, ia ingin mengeluarkan tempat tidur ambulans. Namun, ia memutuskan untuk tidak jadi mengeluarkannya karena tidak muat lantaran ada dua mobil lainnya di garasi rumah. Akhirnya, dia hanya mengeluarkan tandu.

“Saya bilang ke bapak yang di lokasi 'pak izin karena enggak muat saya bawa tandu aja', 'oh ya sudah mas gapapa'. Terus langsung masuk ke dalam rumah. Sampai di dalam rumah saya kaget karena ramai dan banyak juga kamera,” papar Ahmad.

Syahrul mengaku saat itu ia melihat jenazah Brigadir J masih berlumuran darah dan wajahnya tertutup masker.

"Jasad itu udah ada di dalam kantong jenazah atau masih tergeletak?" tanya Majelis Hakim. 

“Belum, Yang Mulia, tergeletak berlumuran darah,” jawab Ahmad. 

“Setelah itu apa yang Saudara lakukan setelah liat ada jenazah?” tanya Hakim kembali. 

“Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek sudah tidak ada nadinya, memang jasad sudah tidak ada (denyutnya), Yang Mulia,” jawab Ahmad. 

Singkat cerita, dia kemudian mengangkut jenazah ke Rumah Sakit Polri. Ia mengungkapkan, saat itu dirinya ditemani oleh seorang anggota Provos ke RS Polri Kramat Jati.

"Ada mobil Provos, Pajero saya di belakangnya Lalu ada anggota Provos turun. Nanya kamu sama siapa? Saya sendiri. Akhirnya saya ditemani di dalam mobil. Akhirnya saya jalan," kata Syahrul. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.