Totalitas dalam Bekerja: Meneladani Konsep Khairunnas dalam Menjalankan Amanah Profesi

AKURAT.CO Bekerja bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan penghasilan. Bagi seorang Muslim, pekerjaan juga dapat menjadi bagian dari ibadah ketika dilakukan dengan niat yang benar, cara yang halal, serta tanggung jawab yang sungguh-sungguh.
Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, profesionalitas sering diukur melalui target, produktivitas, prestasi, dan pencapaian karier. Namun, Islam menawarkan ukuran yang lebih luas. Seorang Muslim tidak hanya dituntut menjadi pekerja yang sukses, tetapi juga manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Prinsip tersebut dapat dikaitkan dengan konsep khairunnas, yakni manusia yang paling baik karena memberikan manfaat bagi sesamanya. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Hadis tersebut memberikan perspektif bahwa kualitas seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi posisi yang dimilikinya, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang diberikan melalui peran yang dijalankannya.
Seorang guru, misalnya, tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan jam mengajar. Ia memiliki amanah untuk membantu peserta didik memperoleh pengetahuan dan membentuk karakter. Seorang dokter bukan hanya menjalankan profesi, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Begitu pula pedagang, pegawai, jurnalis, pengusaha, hingga pekerja lapangan memiliki ruang masing-masing untuk menghadirkan kemanfaatan.
Karena itu, totalitas dalam bekerja tidak selalu berarti bekerja tanpa mengenal waktu. Totalitas lebih tepat dimaknai sebagai kesungguhan dalam menunaikan tanggung jawab sesuai kapasitas dan posisi masing-masing.
Al-Qur'an memberikan dorongan agar manusia bersungguh-sungguh dalam menjalankan aktivitasnya:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’” (QS. At-Taubah: 105).
Baca Juga: Penghafal Al-Quran Bisa Masuk Sekolah Maung 2026, Cek Syarat dan Cara Daftar!
Ayat tersebut menempatkan amal atau pekerjaan sebagai sesuatu yang memiliki nilai moral. Apa yang dilakukan manusia tidak berhenti pada penilaian atasan, pelanggan, kolega, atau masyarakat. Dalam perspektif iman, pekerjaan juga berada dalam pengetahuan dan pengawasan Allah.
Kesadaran semacam ini penting agar seseorang tidak hanya bekerja maksimal ketika diawasi. Profesionalitas seorang Muslim justru diuji ketika tidak ada orang lain yang melihat.
Di sinilah amanah menjadi kata kunci.
Setiap profesi memiliki amanah yang berbeda. Seorang karyawan memiliki amanah terhadap pekerjaannya. Pemimpin memiliki amanah terhadap orang yang dipimpinnya. Pengusaha memiliki amanah terhadap konsumen dan pekerjanya. Sementara seorang profesional memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas keilmuan dan keahliannya.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
Hadis ini tidak hanya berbicara mengenai pemimpin dalam pengertian politik atau organisasi. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki ruang tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan.
Karena itu, bekerja secara asal-asalan bukan sekadar persoalan produktivitas. Jika pekerjaan tersebut menyangkut hak orang lain, kelalaian dapat berubah menjadi persoalan moral.
Bayangkan seorang pegawai yang sengaja menunda pekerjaan yang seharusnya segera diselesaikan, seorang tenaga profesional yang memberikan layanan di bawah standar, atau seseorang yang menerima gaji tetapi tidak menjalankan kewajibannya dengan baik. Secara administratif mungkin persoalannya terlihat sederhana. Namun dalam perspektif amanah, terdapat dimensi etis yang jauh lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil





