Sering Merasa Cemas? Amalkan 3 Dzikir Ringan Ini untuk Menenangkan Pikiran yang Penat

AKURAT.CO Ada masa ketika tubuh sudah beristirahat, tetapi pikiran justru belum berhenti bekerja. Memikirkan pekerjaan, keluarga, kondisi ekonomi, masa depan, atau persoalan yang belum menemukan jalan keluar bisa membuat seseorang merasa gelisah bahkan ketika suasana di sekitarnya tenang.
Dalam kondisi seperti itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya mencari ketenangan melalui aktivitas fisik, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu cara yang sederhana adalah memperbanyak dzikir.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28).
Ayat tersebut memberikan pesan bahwa ketenangan hati memiliki hubungan erat dengan kedekatan seseorang kepada Allah. Dzikir pun tidak selalu membutuhkan waktu lama. Ada sejumlah bacaan ringan yang dapat diamalkan di sela-sela aktivitas.
Pertama, membaca istighfar.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Aku memohon ampun kepada Allah.”
Istighfar merupakan bentuk pengakuan seorang hamba atas keterbatasan dan kesalahannya. Ketika pikiran sedang penuh, mengucapkan istighfar secara perlahan dapat menjadi momentum untuk berhenti sejenak, mengoreksi diri, dan menyerahkan kegelisahan kepada Allah.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi Penuh Berkah ala Rasulullah yang Bikin Seharian Lebih Produktif
Rasulullah SAW sendiri dikenal banyak beristighfar. Dalam hadis riwayat al-Bukhari, Nabi SAW menyebut bahwa beliau beristighfar dan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.
Kedua, membaca tasbih, tahmid, dan takbir.
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Mahabesar.”
Bacaan tersebut sangat ringan, tetapi memiliki kedudukan penting dalam dzikir. Seseorang dapat mengucapkannya setelah salat, ketika berjalan, sebelum bekerja, atau ketika pikirannya mulai terasa sesak.
Ketiga, membaca hasbunallah wa ni‘mal wakil.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali ‘Imran: 173).
Kalimat ini mengajarkan sikap tawakal. Bukan berarti seseorang berhenti berusaha, melainkan menyadari bahwa hasil akhir berada dalam ketetapan Allah. Manusia tetap perlu bekerja, mencari solusi, berkonsultasi, dan mengambil keputusan, tetapi tidak harus merasa mampu mengendalikan seluruh keadaan.
Dzikir memang bukan pengganti ikhtiar ketika seseorang menghadapi persoalan nyata. Jika kecemasan berlangsung terus-menerus, mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional juga merupakan bagian dari ikhtiar.
Karena itu, ketika pikiran mulai penat, tidak ada salahnya mengambil beberapa menit untuk berhenti dari hiruk-pikuk aktivitas. Tarik napas dengan tenang, letakkan sejenak telepon genggam, kemudian berdzikir dengan penuh kesadaran.
Baca Juga: Bukan Cuma Penenang Hati, Ini Manfaat Luar Biasa Gerakan Shalat untuk Kesehatan Fisik
Mungkin masalah belum langsung selesai. Tetapi setidaknya, kita sedang belajar menghadapinya dengan hati yang lebih tenang, usaha yang lebih terarah, dan keyakinan bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendirian selama ia mendekat kepada Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 7Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa





