Akurat Logo

Purna Tugas dari PBNU, Ini yang Dilakukan Gus Yahya

Lufaefi | 1 September 2026, 11:00 WIB
Purna Tugas dari PBNU, Ini yang Dilakukan Gus Yahya
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf - Dok. Istimewa

AKURAT.CO Berakhirnya masa jabatan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak menghentikan aktivitas KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Ia akan tetap menjalankan kiprah di tingkat internasional melalui gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam.

Gus Yahya kini akan lebih fokus mengembangkan dialog lintas agama dan upaya membangun kesepahaman antarumat beragama di tingkat global. Komitmen tersebut dijalankan melalui sejumlah organisasi internasional yang telah diinisiasinya.

Salah satunya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV), yang menjadi sekretariat permanen forum Religion of Twenty (R20). Forum tersebut mempertemukan para pemimpin agama dari berbagai negara untuk membahas nilai-nilai kemanusiaan dan masa depan peradaban.

Selain CSCV, Gus Yahya juga menyebut Bayt ar-Rahmah, yayasan nirlaba berbasis di Amerika Serikat yang bergerak dalam penyebaran gagasan Islam yang ramah, toleran, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Baca Juga: Akbar Faizal Sebut Muktamar NU Mirip Kongres Parpol, Singgung Perebutan Ketum

Kedua lembaga tersebut menjadi bagian dari jejaring internasional yang selama ini digunakan Gus Yahya untuk mengembangkan dialog keagamaan lintas negara.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menerima audiensi pengurus Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) di Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” ujar Gus Yahya.

Ia menjelaskan, lembaga tersebut berperan sebagai sekretariat permanen yang mengelola berbagai aktivitas global forum R20.

“Yayasan yang didirikan oleh saya bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20),” katanya.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya juga telah menyiapkan sejumlah agenda internasional.

Ia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada Desember 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya akan berdialog dengan sejumlah tokoh lintas agama.

“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” tuturnya.

Gus Yahya menilai keberadaan lembaga permanen penting untuk menjaga kesinambungan dialog antaragama di tingkat global. Menurutnya, gagasan mengenai perdamaian dan nilai-nilai bersama antarkelompok agama membutuhkan wadah yang dapat bekerja secara berkelanjutan.

Baca Juga: Muktamar NU 35 Diwarnai Tudingan Intervensi, Muncul Istilah “Papi Umba Pakocir”

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari YANMU. Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H. Baswara, menyatakan lembaganya akan melanjutkan kerja sama program dengan Gus Yahya.

“Kita akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya,” kata Syahdhana.

YANMU selama ini bergerak dalam bidang sosial, kesehatan, dan dakwah. Kerja sama dengan Gus Yahya diharapkan dapat memperluas jangkauan program kemanusiaan dan keumatan.

Dengan berakhirnya masa kepemimpinannya di PBNU, Gus Yahya kini mengalihkan fokus dari kerja struktural organisasi ke penguatan jaringan dialog keagamaan dan gerakan Islam Kemanusiaan di tingkat internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi