Akurat Logo

Ketum JKSN Minta Pemilihan AHWA Muktamar NU Dilakukan Terbuka

Lufaefi | 29 Agustus 2026, 18:49 WIB
Ketum JKSN Minta Pemilihan AHWA Muktamar NU Dilakukan Terbuka
Suasana di Lokasi Muktamar NU ke 35 Tambakberas Jombang - Ketik

AKURAT.CO Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim meminta proses penentuan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dilakukan secara terbuka.

Kiai Asep menyoroti mekanisme pengumpulan suara muktamirin untuk menentukan anggota AHWA yang dilakukan dengan memasukkan kertas suara ke dalam kotak. Menurut dia, proses tersebut perlu dilakukan secara langsung di tempat pemungutan suara untuk memastikan kebebasan muktamirin dalam menentukan pilihan.

“Suara-suara untuk AHWA itu ditulis di tempat dengan terlebih dahulu diarahkan untuk bebas menuliskan. Jangan ada pengaruh,” kata Kiai Asep di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Cak Imin Minta NU Tak Ulangi Kesalahan Lima Tahun Terakhir

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut juga meminta proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka di lokasi yang sama dengan tempat pengumpulan suara.

Menurutnya, suara yang telah dimasukkan ke dalam kotak sebaiknya langsung dibuka dan dibacakan bersama-sama. Mekanisme tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan muktamirin terhadap proses penentuan anggota AHWA.

“Setelah suara itu dimasukkan ke dalam kotak di tempat itu pula dibuka bersama, dibacakan bersama,” ujarnya.

Kiai Asep menilai penentuan anggota AHWA merupakan bagian penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Karena itu, prosesnya harus dapat mencerminkan aspirasi para muktamirin dan berlangsung secara transparan.

Ia juga menyampaikan keberatan karena sejumlah ulama senior berpotensi tidak masuk dalam jajaran AHWA. Ia menyebut sejumlah nama, di antaranya KH Ma'ruf Amin dan KH Mustofa Bisri.

Baca Juga: LPJ Diterima Muktamar NU, Gus Yahya Menangis dan Peluk Amir Said Husni

AHWA merupakan mekanisme yang digunakan dalam Muktamar ke-35 NU untuk menentukan Rais Aam PBNU. Proses tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi