Akurat Logo

Intelektual Muda NU Sebut Marsudi Syuhud sebagai 'Kuda Hitam' Caketum PBNU

Lufaefi | 21 Agustus 2026, 06:13 WIB
Intelektual Muda NU Sebut Marsudi Syuhud sebagai 'Kuda Hitam' Caketum PBNU
Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Caketum PBNU - Nahdliyyincom

AKURAT.CO Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Muhammad Afifi, menyebut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud sebagai salah satu figur potensial dalam kontestasi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU.

Afifi menilai Marsudi memiliki peluang sebagai figur kejutan atau kuda hitam dalam bursa calon ketua umum. Menurutnya, pergerakan Marsudi di tingkat akar rumput berlangsung cukup masif meski tidak banyak terekspos media.

"Beliau ini 'kuda hitam'. Gerakannya lancar dan banyak tidak terekam oleh tim sukses kandidat lain. Sosok model seperti ini yang berpeluang besar muncul sebagai Ketua Umum," kata Afifi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Muhammadiyah Salurkan Bantuan Logistik dan Medis untuk Muktamar NU ke-35

Menurut Afifi, dinamika pencalonan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 menunjukkan suasana yang lebih terbuka dibandingkan perhelatan sebelumnya. Para kandidat memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan dan program kerja kepada pemilik suara atau muktamirin.

Ia menilai keterbukaan tersebut menjadi kesempatan bagi para muktamirin dari tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) untuk menilai langsung visi dan program yang ditawarkan masing-masing kandidat.

"Muktamar sekarang sangat beda. Kandidat disediakan panggungnya untuk tampil. Ini sangat baik agar muktamirin bisa melihat bagaimana program ke depan," ujarnya.

Afifi mengatakan sejumlah forum telah memberikan ruang kepada para kandidat untuk memperkenalkan gagasan mereka, mulai dari penggunaan fasilitas Gedung MPR hingga forum diskusi dan podcast. Kondisi tersebut dinilai membuat kontestasi kepemimpinan NU semakin terbuka untuk dikaji oleh para pemilik suara.

Dalam konteks tersebut, Afifi menilai Marsudi memiliki sejumlah modal kepemimpinan yang dapat menjadi pertimbangan dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

Afifi mengaku mengenal Marsudi sejak lama. Ia bahkan pernah mendapat tugas mengajar di pondok pesantren milik Marsudi di Kedoya, Jakarta. Dari pengalaman tersebut, Afifi menilai Marsudi merupakan figur yang optimistis, membumi, dan terbuka terhadap berbagai kalangan.

Selain itu, Marsudi disebut memiliki rekam jejak di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu yang disoroti adalah keterlibatannya dalam berbagai program sosial, termasuk inisiatif gerakan seribu dokter.

Namun, Afifi menilai salah satu keunggulan Marsudi terletak pada perhatian terhadap penguatan ekonomi warga NU.

Menurut dia, persoalan pemberdayaan ekonomi umat masih menjadi pekerjaan rumah organisasi. Agenda pemberdayaan ekonomi warga yang menjadi salah satu perhatian besar dalam Muktamar NU sebelumnya dinilai belum sepenuhnya terselesaikan.

Karena itu, isu penguatan ekonomi warga berpotensi menjadi salah satu agenda penting dalam kepemimpinan PBNU ke depan.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Tinjau Lokasi dan Gelar Istighotsah Terbatas di Jombang

Muktamar Ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU karena merupakan muktamar pertama organisasi tersebut pada abad kedua.

Kontestasi Ketua Umum PBNU diperkirakan menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dalam muktamar. Selain figur yang telah banyak muncul dalam pemberitaan, kemunculan kandidat yang bergerak lebih senyap seperti Marsudi Syuhud dinilai dapat membuat dinamika pemilihan semakin sulit diprediksi.

Dengan waktu pelaksanaan muktamar yang tinggal hitungan hari, peta dukungan di kalangan pemilik suara masih berpotensi mengalami perubahan. Karena itu, posisi masing-masing kandidat hingga pemilihan berlangsung belum dapat dipastikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi