Akurat Logo

Jelang Muktamar NU, Alissa Wahid Dorong Nilai Gus Dur Diwujudkan dalam Tindakan

Lufaefi | 20 Agustus 2026, 06:12 WIB
Jelang Muktamar NU, Alissa Wahid Dorong Nilai Gus Dur Diwujudkan dalam Tindakan

AKURAT.CO Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid, berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berlangsung baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU ke arah lebih baik.

Alissa menilai penggunaan nama Gus Dur sekadar sebagai jargon sudah tidak relevan. Menurutnya, yang lebih penting adalah meneruskan pemikiran dan keteladanan Gus Dur melalui tindakan nyata.

“Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau,” kata Alissa di Magelang, belum lama ini.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Tinjau Lokasi dan Gelar Istighotsah Terbatas di Jombang

Ia mengatakan nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur, terutama keberanian melawan ketidakadilan dan kezaliman, perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Keberpihakan kepada masyarakat kecil juga dinilai sebagai salah satu nilai penting yang perlu kembali diperkuat.

Terkait Muktamar NU, Alissa berharap seluruh proses berjalan demokratis dan menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan warga NU. Ia juga menilai berbagai persoalan yang muncul sebelumnya perlu dijadikan bahan evaluasi.

“Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya,” ujarnya.

Sejumlah agenda substantif disebut telah disiapkan untuk Muktamar NU, termasuk rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 dan pembahasan tata kelola organisasi.

Alissa menekankan, kualitas proses dalam Muktamar menjadi hal penting agar kepemimpinan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan organisasi dan warga NU.

Baca Juga: Muktamar NU ke-35 di Jombang, Panitia Siapkan 10 Tower untuk 3.500 Peserta

“Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi